Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring

0
417

Spring, Summer, Fall, Winter... and Spring
Bila Anda sangat mencintai film, jangan lewatkan film yang satu ini.

DATA FILM

  • Judul Film: Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring
  • Genre: Drama
  • Sutradara: Kim Ki Duk
  • Produser: Karl Baumgartner, Lee Seung-jae
  • Penulis Skenario:  Kim Ki Duk
  • Studio Produksi: Korea Pictures – LJ Film – Pandora Filmproduktion – Cineclick Asia
  • Distributor: Cineclick Asia
  • Negara: Korea Selatan
  • Bahasa: Korea
  • Durasi: 103 menit
  • Tahun rilis: 19 September 19 2003 (Korea Selatan)


PEMERAN UTAMA

  • Yeong-su Oh sebagai Biksu Tua
  • Young-min Kim sebagai Biksu Muda
  • Yeo-jin Ha sebagai si gadis


SINOPSIS

FIlm ini sederhana dan lokasinya juga sebagian besar hanya di kuil Budha dan sekitarnya.Film ini dibagi menjadi lima bagian yang merupakan fase yang harus dilalui oleh seorang biksu muda.

Spring
Bercerita tentang kehidupan masa kecil si Biksu Muda dan Gurunya.

Summer
Sekarang si Biksu Muda sudah remaja. Di sini si Biksu Muda mulai mengenal apa itu cinta, nafsu, seks terhadap lawan jenis.

Fall
Si Biksu Muda memasuki usia dewasa dan disini diceritakan konflik dan permasalahan yang dihadapi oleh Si Biksu Muda.

Winter
Si Biksu Muda menjelang usi paruh baya dan Gurunya telah meninggal dunia.

Spring
Perputaran kehidupan. Muncul Guru baru dan juga murid baru.

Di setiap tahap ini Anda akan diberitahu apa sebenarnya kebijaksaan utama seorang Buddha. Hidup secara Buddha dengan inti ajarannya yang bijaksana.

Fase kehidupan si Biksu Muda dihadapkan pada pelajaran yang paling penting dalam hidupnya. Dan pelajaran penting yang sangat berharga ini justru pelajaran yang paling sulit.



TRAILER

 


REVIEW


Film ini berasal dari Korea Selatan dan disutradarai oleh Kim Ki Duk, salah satu sutradara Korea yang brilian, walau filmnya sering menuai kontroversi. Chemistry yang dibangun antara si Guru dan si Biksu Muda sangat kuat. Emotionally stunning.

Yang menarik dari film ini adalah pencarian apa makna hidup ini sebenarnya. Sutradara tidak mendikte penonton untuk menghukum siapapun di sini. Setiap manusia punya cara sendiri untuk dekat dengan penciptanya maupun punya cara sendiri untuk mencari arti di dunia ini.

Analogi si Biksu Tua/Guru terhadap si Biksu Muda/muridnya membuat film ini sangat menarik dan akan membuat Anda terharu, tersenyum dan nyengir pada saat yang bersamaan. Bagaimana si Guru dengan sabar mengetahui tiap fase yang akan dilalui si Murid tidaklah gampang. si Guru tak mendikte si Murid tapi dia memberi arahan dan teladannya (ini bagian yang terbaik di film ini)

Si Guru tak menghakimi muridnya saat dia menemukan si Murid melakukan hubungan seks dengan si Remaja Perempuan. Dan si Guru juga tidak menghakimi ketika si Murid kabur dari kuil dan pergi dengan remaja perempuan tadi untuk hidup di luar, menikah dan menjadi rakyat biasa. Pengkarakteran Si Biksu Muda dengan pelajaran yang diperolehnya sangat kuat dan terarah, membuat film ini sangat menarik dan ditambah ekpresi yang luar biasa dari si aktor pada tiap fase/tahapan yang dilaluinya

Sang sutradara kelihatannya mencoba memberitahu bahwa hidup itu pilihan, benar salah bukan manusia ukurannya, benar salah hanya Tuhan yang tahu. Film ini sangat direkomendasikan dan sangat layak dikoleksi. Bila Anda sangat mencintai film, jangan lewatkan film yang satu ini.

(Nana_Sitompul/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleShall We Dance
Next articleThe Next Three Days

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here