Review Film The Company Men

0
783

“Pesan yang kental terasa dalam film The Company Men adalah semakin tinggi jabatan seseorang, semakin sakit jatuhnya.”

DATA FILM

– Judul Film: The Company Men
– Genre: Drama
– Sutradara: John Wells
– Produser: John Wells
– Penulis Skenario: John Wells
– Studio Produksi: The Weinstein Company
– Distributor: The Weinstein Company
– Negara: Amerika
– Bahasa: Inggris
– Durasi: 113 menit
– Tahun Rilis:
– 10 Desember 2010 (Amerika)
– 20 Maret 2011 (Indonesia)

PEMERAN UTAMA

– Ben Affleck sebagai Bobby walker
– Rosemarie DeWitt sebagai Magie walker
– Kevin Costner sebagai Jack Dolan
– Craig T Nelson sebagai James Salinger
– Chris Cooper sebagai Phil Woodward
– Tommy Lee jones  sebagai Gene McClary
– Maria Cello sebagai Sally Wilcox

SINOPSIS

Bobby Walker telah hidup sesuai dengan standar American Dream, pekerjaan bonafit, keluarga bahagia, mobil Porsche dan keanggotan klub golf eksklusif. Ketika perusahaan tempatnya bekerja, GTX, melakukan perampingan besar besaran dan namanya ikut dalam daftar PHK, hidupnya berubah drastis.

Bobby mengalami syok, marah, tidak terima, mengingkari kenyataan dan meyakinkan istrinya bahwa semuanya baik baik saja, sampai akhirnya dia sadar bahwa dia memang bangkrut.

Kisah ini di ramaikan dengan dua teman Bobby (yang memiliki posisi jabatan lebih tinggi) yang juga ikut dipecat, Phil Woodward dan Gene McClary.

Tiga pria ini dengan tiga latar belakang dan kehidupan berbeda diceritakan mengatasi masalah mereka dengan caranya sendiri sendiri. Bobby memutuskan untuk bekerja jadi kuli bangunan untuk kakak ipar yang sebenarnya sangat dia benci. Phil setelah sadar dia terlalu tua untuk mencari pekerjaan baru, akhirnya bunuh diri. Gene sempat terpuruk, meninggalkan istrinya dan hidup bersama HRD manager di perusahaan lamanya (Sally Wilcox).

TRAILER

REVIEW FILM THE COMPANY MEN

Ketika melihat review film ini di TV, saya langsung memutuskan untuk mengajak suami nonton film ini. Bukan saja karena The Company Men bertabur nama besar, tetapi suami saya sendiri adalah “A real company man”. Mungkin adanya hubungan personal antara kehidupan pribadi Kita dan karakter di dalam film, jalan ceritanya terasa lebih mengiris. Karyawan atau bukan, Kita percaya film ini membuat penontonnya berpikir “Apa yang akan saya lakukan kalau hal ini terjadi pada saya?”

Fakta yang berusaha disampaikan oleh film ini adalah jabatan apa saja, di perusahaan sementereng apapun, memiliki resiko PHK yang sama, jika ekonomi global sedang lesu. Pesan yang kental terasa adalah semakin tinggi jabatan seseorang, semakin sakit jatuhnya.

Pemilihan nama siapa yang akan di PHK pun diceritakan tanpa melewati proses emosional. Tidak ada unsur sakit hati dan kesengajaan ketika merumahkan karyawan. Yang ada adalah alasan logis. Karyawan mana yang sudah berumur, tidak produktif dan berada di departemen yang kurang penting.

Ironis dan pahit. Menjadi nada konstan sepanjang film meskipun tidak membuat film The Company Men ini memiliki akhir yang buruk. John Wells yang juga menulis dan memproduseri serial TV E.R. memang piawai menyajikan konflik bersinggungan dari banyak karakter.

Film The Company Men ini ditulis dan disutradarai dengan apik. Meski beberapa orang mungkin akan bosan dengan cerita yang lumayan panjang dan kaya dialog, penulisnya mampu menghindari jebakan ‘klise’ yang biasanya membuat film jadi ‘standar’, karena jalan ceritanya mudah ditebak. Pendalaman karakternya pun cukup detail dan beragam. Karakter di dalamnya mewakili berbagai potret kehidupan jutaan karyawan di Amerika. Efek domino pun sangat terasa dari awal hingga habisnya film. Akhirnya, sebuah film baru yang bermutu.

Gimana review film The Company Men dari Kitareview.com ini? Pasti tertarik menonton filmnya setelah membaca review ini. Semoga bermanfaat dan selamat menonton 🙂

(Nakizura/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here