127 Hours

0
326

127 Hours

“Ini bukan hanya film, tapi juga sebuah pengalaman unik terjebak di kesempitan Grand Canyon.”

DATA FILM

  • Judul Film: 127 Hours
  • Genre: Adventure – Drama – Thriller
  • Sutradara: Danny Boyle
  • Produser: Christian Colson – John Smithson – Danny Boyle
  • Penulis Skenario: Danny Boyle – Simon Beaufoy
  • Studio Produksi: Cloud Eight Films – Film4 (presents) – Everest Entertainment
  • Distributor: 20th Century Fox
  • Negara: Amerika – Inggris
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 94 menit
  • Tanggal Rilis: 18 Februari 2011 (Indonesia)

DATA LAINNYA

  • Adaptasi dari: Novel
  • Judul: Between a Rock and a Hard Place
  • Penulis: Aron Ralston
  • Negara: Amerika
  • Tahun Terbit: 2004

PENGHARGAAN YANG DIPEROLEH

  • Academy Awards ke-83 (2011)
      • Best Motion Picture (nominasi)
      • Best Achievement in Editing: Jon Harris (nominasi)
      • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score: A.R. Rahman (nominasi)
      • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song: A.R. Rahman, Roland ‘Rollo’ Armstrong, Dido – “If I Rise” (nominasi)
      • Best Performance by an Actor in a Leading Role: James Franco (nominasi)
      • Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published: Danny Boyle,Simon Beaufoy (nominasi)
  • Golden Globe Awards ke-68 (2011)
      • Best Original Score – Motion Picture: A.R. Rahman (nominasi)
      • Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Drama: James Franco (nominasi)
      • Best Screenplay – Motion Picture: Danny Boyle, Simon Beaufoy (nominasi)



PEMERAN UTAMA

  • James Franco sebagai Aron Ralston
  • Amber Tamblyn dan Kate Mara sebagai Megan McBride dan Kristi Moore
  • Clémence Poésy sebagai Rana
  • Lizzy Caplan sebagai Sonja Ralston
  • Treat Williams sebagai Larry Ralston
  • Kate Burton sebagai Donna Ralston

SINOPSIS

Pada tahun 2003 lalu, seorang pemanjat tebing bernama Aron Ralston melakukan perjalanan untuk mendaki bukit yang berlokasi di Blue John Canyon yang begitu terisolasi, takala itu ia tidak memberi tahu sanak saudaranya kalau ia sedang bepergian, dengan berbekal seadanya dan membawa handycam untuk video blognya. Kebetulan pada saat itu ada dua orang wanita yang sedang tersesat di lembah itu Kristi & Megan. Ralston dengan senang hati berkenalan serta memberitahukan jalan pintas dan membuat 2 wanita itu terkesan pada kenekatan Ralston.Setelah berpisah dengan dua wanita tadi, tidak jauh pada saat ia turun ke celah sebuah bukit, tanpa sengaja sebuah batu menghujam jatuh tepat di tangan kanannya. Seketika Aron terjepit tak berdaya dan mengalami cedera yang parah. Lantas ia berusaha mengeluarkan tangannya yang terjepit dengan peralatan seadanya namun gagal, karena batu yang menjepit tangannya terlalu besar dan keras untuk dihancurkan. Ia lalu berusaha berteriak teriak minta tolong  kepada Kristi & Megan yang baru saja ia temui tadi, namun sudah terlambat karena ia sudah jauh dari tempati itu.

Selama 5 hari Aron ralston berusaha sekuat tenaga bertahan hidup. Dengan keterbatasan bekal, ia pun dengan terpaksa meminum air kencingnya sendiri. Merasa tidak berdaya ia mulai berhalusinasi, memanggil manggil burung yang terbang di atasnya & mengingat masa lalu, menyesali atas apa yang telah ia lewati selama hidupnya. Berpikir bahwa tidak ada yang bisa menolongnya dan harus memilih antara mengambil keputusan yang akan merubah semuanya, atau mati di celah Canyon yang sempit itu.



TRAILER

REVIEW

Kisah yang sudah banyak orang tahu ini difilmkan oleh Danny Boyle, sutradara yang dulunya film-filmnya tidak terlalu dikenal dan tidak masuk Box Office. Namun secara mengejutkan, karyanya Slumdog Millionaire memboyong 8 Piala Oscar pada tahun 2008 lalu, sukses secara kualitas dan pendapatan. Sejak saat itu Kita mengira-ngira dan ingin meyakinkan kalau Boyle  memperoleh kesempatan membuat proyek yang lebih besar dengan bujet besar. Tapi ternyata 127 hours masih membuktikan ke indie-annya, sebuah kisah nyata yang dibukukan oleh Aron Ralston sendiri dengan judul “Between Rock & Hard Place” menjadi pilihan Boyle.Sebagai Aron Ralston, James Franco menunjukan kehebatan berakting selama karirnya, sebuah perasaan sakit Aron Ralston benar-benar natural dan terukir di wajah James Franco. Ia mampu membuat kisah luar biasa ini menjadi hidup di layar lebar. Ia mampu menampilkan keadaan manusia apabila tidak bisa bergerak kemanapun dalam waktu selama selama itu. Dan percayalah kalau tangan kanan Anda akan ikut-ikutan lemas melihat tangan Ralston terjepit di film ini.

Memang sebelum Kita menonton film ini, Kita sudah tahu akhirnya dan ceritanya. Namun yang ingin Kita sampaikan di sini adalah penyutradaraan, pembawaan dan pesan filmnya yang luar biasa, Sekali lagi apllause buat Mr. Boyle. Penyutradaraan Boyle membuat semuanya jadi menarik, Sepertinya unsur Slumdog Milionaire masih melekat di film ini. Cerita yang flashback, cinematografi dan musik terlihat akrab di mata dan telinga Kita. Anthony Dod Mantle dan Enrique Chediak pahlawan di balik keindahan pengambilan gambar. Lalu masih ada Ar Rahman dengan musiknya yang asik dan membekas di pikiran Kita. Editing Jon Harrys yang membuat film ini keren yang mewarnai setiap frame, tidak membuat Kita merasa bosan dengan setting Grand Canyon yang gersang, Semua dibawakan dengan kualitas Oscar. Meskipun dengan tempo yang cepat, boyle masih memperhatikan kedetailan setiap pengambilan gambar.

Berbeda dengan Into The Wild, film survival ini berakhir bahagia karena karakter utama selamat serta memotivasi penontonnya untuk memberikan pelajaran berharga “Don’t Give Up”. Film yang wajib tonton buat Anda semua. Ini bukan hanya film, tapi juga sebuah pengalaman unik terjebak di kesempitan Grand Canyon. Bravo Danny Boyle!(Hafilova/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleThe Fighter
Next articleBiutiful

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here