The Taking of Pelham 1 2 3

0
365

The Taking of Pelham 1 2 3
Kekurangan film ini terletak pada pertengahan hingga akhir film yang sepertinya kehilangan gregetnya.

DATA FILM

  • Judul Film: The Taking of Pelham 1 2 3
  • Genre: Thriller
  • Sutradara: Tony Scott
  • Penulis Skenario: Brian Helgeland
  • Produser: Tony Scott – Todd Black – Jason Blumenthal – Steve Tisch
  • Studio Produksi: Columbia Pictures – Metro-Goldwyn-Mayer – Relativity Media – Scott Free Productions – Escape Artists
  • Distributor: Columbia Pictures
  • Negara: Amerika
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi:  106 menit
  • Tahun Rilis:

      • 12 Juni 2009 (Amerika)
      • 12 Agustus 2009 (Indonesia)


PEMERAN UTAMA

  • Denzel Washington  sebagai Walter Garber
  • John Travolta sebagai Ryder
  • Luis Guzmán sebagai Phil Ramos
  • Victor Gojcaj sebagai Bashkim
  • John Turturro sebagai Camonetti
  • James Gandolfini sebagai Mayor


SINOPSIS

Sebagai seorang petugas MTA (Metropolitan Transpost Authority), yang bertanggung jawab untuk mengatur lalu lintas kereta api bawah tanah/subway kota New York, Zachary Garber, mungkin tidak pernah menyangka bahwa hari itu adalah hari “spesial” buat dirinya dan para penumpang kereta Phelham 123. Hari itu empat orang bersenjata lengkap yang dipimpin oleh Bernard Ryder membajak sebuah kereta api bawah tanah no. 6 yang berangkat dari Pelham Bay Park Station pada pukul 1:23.

Ryder bersama dengan rekan-rekannya dengan cepat mengambil alih kereta api tersebut berikut dengan para penumpangnya. Untuk menyampaikan permintaannya, Ryder kemudian melakukan komunikasi dengan Garber di kantor pusat MTA. Tuntutan Rayder tidak main-main, ia meminta tebusan sebesar US$ 10,000,000 kepada pemerintah New York. Dan jika dalam 1 jam tidak dipenuhi, maka Rayder akan membunuh para penumpang setiap menitnya.

Merasa dirinya bukanlah pihak yang berwenang dalam kasus tersebut, Garber berusaha menghindar dan memberikan posisinya kepada orang yang lebih berwenang. Tapi Rayder sudah terlanjur “menyukai” Garber dan tetap memaksanya untuk terus menjadi perantara kepada pihak berwenang. Kini nasib para penumpang bukan hanya bergantung pada pemerintah kota New York yang berusaha menyediakan uang tersebut, namun juga pada kecakapan Garber dalam berkomunikasi dengan Rayder dimana setiap detik detik yang berlalu sangatlah berarti.



TRAILER

 


REVIEW


Tema terorisme memang selalu menjadi tema yang menarik untuk diangkat ke layar lebar, karena ceritanya yang menarik dan penuh dengan ketegangan. Kali ini sang sutradara Tony Scott, kembali mengangkat tema tersebut, setelah sebelumnya sukses menggarap tema yang sama dalam Deja Vu. Ia kembali mengajak aktor kesayangannya, Denzel Washington yang untuk ke-4 kalinya berkolaborasi dengannya. Disini Washington akan berhadapan dengan kator kawakan lain yang tidak kalah kerennya, John Travolta. Dengan kehadiran dua bintang ini, sudah tentu  menjadi alasan utama bagi penonton untuk menyaksikan The Taking of Pelham 1 2 3.

Dengan gaya khas Tony Scott, dimana alur film berjalan cukup cepat dan didukung dengan pergerakan kamera yang dinamis, membuat film ini cukup menjanjikan, terutama di menit awalnya. Tanpa terlalu banyak basa basi, penonton sudah dihadapakan pada permasalahan utama film ini. Bagi penonton yang mengharapkan adegan-adegan aksi yang dahsyat, siap-siap saja gigit jari, karena film ini hanya menampilkan sedikit saja adegan-adegan tersebut. Sebaliknya dialog-dialog kuat antara dua tokoh utamanya, sangat mendominasi film yang juga di bintangi oleh John Turturro ini.

Dialog-dialog yang kuat tersebut juga didukung dengan kemampuan akting menawan dari kedua karakternya, membuat film ini menjadi jauh lebih menarik dan membuat suasana menjadi semakin “panas”. Sekali lagi John Travolta kembali membuktikan dirinya adalah aktor yang mampu tampil sama baiknya, baik itu menjadi peran atagonis maupun peran protagonis. Untuk Denzel Washington sepertinya tidak perlu banyak komentar. Di film manapun, aktor karismatik satu ini selalu tampil total dan tidak pernah mengecewakan penggemarnya.

Kekurangan film ini terletak pada pertengahan hingga akhir film yang sepertinya kehilangan gregetnya. Cerita yang sudah dibagun dengan baik di awal film, sepertinya sedikit demi sedikit melempem, hingga sampai ke klimaksnya yang terkesan  just like that?!!”. Padahal kalau mau digali lebih dalam lagi, film ini berpotensi tampil jauh lebih baik.

Overall, dari deretan film-film kolaborasi Washington – Scott, mungkin The Taking of Pelham 1 2 3 bukanlah fim terbaik mereka. Kita masih memegang Crimson Tide di urutan pertama, dan menempatkan film ini diurutan terakhir setelah Man on Firedan Deja Vu”. Namun walaupun begitu, film ini masih masuk dalam kategori layak dan manarik untuk ditonton.

(Hary/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleReview Film Disturbia
Next articleThe Happening

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here