Rp500 Ribu Keliling Singapura

0
319

1139018814_20110810050741_buku-500ribukelilingsingapura

Jika boleh disimpulkan, tips dari Claudia maupun dari teman yang sudah sering traveling, kurang lebih bernada sama.

DATA BUKU

  • Judul Buku: Rp500 Ribu Keliling Singapura
  • Jenis Buku: Umum
  • Genre: Panduan Traveling
  • Penulis: Claudia Kaunang
  • Negara: Indonesia
  • Penerbit: Bentang Pustaka
  • Cetakan Pertama: 2010
  • Bahasa: Indonesia
  • Tebal Buku: 324 halaman
  • Dimensi Buku (L x P): 16 x 22 cm
  • No ISBN: 978-979-24-3879-6
  • Harga:
    • Toko Gunung Agung: Rp.34.000
    • (Harga Update Agustus 2011)

SINOPSIS

Keliling Singapura hanya butuh Rp500 ribu? Sudah termasuk biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi? Yakin? Naik apa dari Indonesia? Makan apa di Singapura? Menginap di mana?

Dengan detail, Claudia Kaunang yang telah berpengalaman keliling dunia dengan budget murah membongkar tip-tip hebatnya.

Jika Anda penyuka jalan-jalan dan berharap bisa keliling dunia dengan anggaran kecil, ikuti cara Claudia. Anda akan dipandu jalan-jalan ke Singapura dengan aman, nyaman, dan tentu saja murah meriah.

Dilengkapi peta jalur MRT dan LRT, useful information, tip belanja, dan informasi prnting dari pengunjung setia Singapura, membuat buku ini wajib dibaca siapapun yang ingin menjelajah Singapura dengan murah.

REVIEW

Buku tentang traveling memang sudah berjumlah ratusan. Tapi ketika angka 500ribu tercetak besar, muncullah harapan baru. Dengan semangat berkobar, Kita membaca buku ini. Berharap impian traveling yang selalu terhambat oleh biaya bisa segera dimulai. 500ribu, hari gini siapa yang ngga mau? Teman Kita saja untuk tiket bertiga ke Singapura-Surabaya, harus merogoh kocek sebesar 2 juta Rupiah.

Sayang, rasa penasaran Kita berujung kekecewaan. Seperti dugaan, penulis mengandalkan maskapai internasional yang terkenal murah meriah- yaitu Air Asia. Dan karena penulis berangkat dari Jakarta, tentu saja ada lebih banyak promo dibanding kota yang tidak punya direct flight ke Singapura. Kedua adalah tentang hostel (tempat menginap yang murah yang biasanya mendapat subsidi dari pemerintah). Jangan lupa, penulis melakukan perjalanan solo. Jika Anda melakukan perjalanan dengan pasangan atau anak, hostel rasanya bukan pilihan yang tepat.

Kita bukan mengatakan buku ini tidak berguna. Buku ini sangat membantu pembaca dengan spesifikasi tertentu. Beda traveling style tentu saja beda budget. Kalau Anda berminat untuk ikut tur yang lebih menarik atau makan di tempat ‘mewah’ (bukan sekadar isi perut), tentunya budget akan membengkak diatas 500ribu.

Penulis sendiri sudah sering ke Singapura semasa kecil. Bahkan sekarang tinggal disana. Info alamat dan nomor telepon sangat membantu. Juga tips-tips praktis seperti kalau menginap di hostel tanya dulu apakah dapat seprei. Lalu apakah hostel ini dekat stasiun MRT. Lalu makan dimana yang dijamin halal. Belanja yang murah meriah itu di daerah mana, dan sebagainya.

Penulis tak lupa menyertakan pengeluaran rincinya untuk ditotal serta agenda acaranya. Jika boleh disimpulkan, tips dari Claudia maupun dari teman yang sudah sering traveling, kurang lebih bernada sama. Secara umum, jika memungkinkan, tidak usah ikut tur (supaya lebih fleksibel waktunya) dan pilih low season time untuk traveling.

Mengutip kata penulisnya, pergi ke Singapura identik dengan membuka pintu untuk traveling ke penjuru dunia. Hm…Jadi semakin tergoda untuk kesana.. 🙂

(Nakizura/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here