Untraceable

0
446

Untraceable
Meskipun secara garis besar film ini tidak istimewa, namun ide yang diusungnya tetap patut diapresiasi dengan selayaknya.”

DATA FILM

  • Judul Film: Untraceable 
  • Genre: Thriller – Drama – Kriminal
  • Sutradara: Gregory Hoblit
  • Produser: Steven Pearl – Andy Cohen – Tom Rosenberg – Gary Lucchesi – Hawk Koch
  • Penulis Skenario: Robert Fyvolent – Mark Brinker – Allison Burnett
  • Studio Produksi: Cohen / Pearl Productions – Lakeshore Entertainment
  • Distributor: Screen Gems
  • Negara: Amerika Serikat
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 100 menit
  • Tahun rilis: 2008


PEMERAN UTAMA

  • Diane Lane sebagai Agen FBI Jennifer Marsh          
  • Colin Hanks sebagai Agen FBI Griffin Dowd
  • Billy Burke sebagai Detektif Eric Box
  • Joseph Cross sebagai Owen Reilly
  • Mary Beth Hurt sebagai Stella Marsh
  • Tyrone Giordano sebagai Tim Wilkes
  • Perla Haney-Jardine sebagai Annie Haskins


SINOPSIS

FBI dikejutkan dengan kasus pembunuhan yang disiarkan secara langsung. Pembunuhan demi pembunuhan berlangsung di depan hidung para penyelidik, ditonton jutaan orang, dan disiarkan gratis melalui jaringan internet. Setiap nyawa jatuh ketika para penyelidik membentur tembok birokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai politik dan keterbatasan yurisdiksi.

Hingga pada akhirnya seorang detektif menjadi korban dan membawa pengejaran pada hal yang lebih personal. Di satu sisi, Agen Marsh pun harus memikirkan resiko yang mesti ditanggung dia dan anak satu-satunya. Penjahat jenius yang gila itu mengancam jiwa mereka yang mencoba ikut campur, FBI sekalipun.


TRAILER

Loading...

 


REVIEW


Menonton Untraceable memberi ketakutan tersendiri. Film ini sedikit banyak akan menyadarkan Anda tentang adanya potensi jahat dari teknologi di sekitar Anda. Dunia internet telah menjadi sarana hidup banyak orang dewasa ini. Selayaknya semut yang mendekati gula, kegandrungan masyarakat dengan internet juga banyak digunakan pihak lain dalam mencuri kesempatan. Untraceable memotret kejadian itu menjadi ide ceritanya.

Namun, cerita yang ditawarkan menjadi lebih gelap dan sadis ketika sang penjahat tidak mengambil uang atau harta korbannya, tapi justru nyawa sang korban. Pencarian motif akhirnya mendominasi jalan cerita. Hal yang sudah sepatutnya memang, dalam sebuah rangkaian cerita thriller, motif merupakan hal tersulit dan pintu masuk memahami isi cerita sekaligus inti cerita.

Jennifer Marsh diperankan Diane Lane dengan baik. Sebagai seorang agen FBI, ketakutan yang diperlihatkannya ketika berhadapan dengan penjahat jenius macam Owen Reilly, menjadi kontras. Jennifer Marsh seperti menjadi perwujudan dari kegalauan dan kerumitan FBI dalam menangkal kejahatan jenius tersebut. Di satu sisi, Owen Reilly diplot untuk mengusung pertanyaan besar dalam film dan berdiskusi dengan penonton sendiri mengenai siapakah penjahat sebenarnya?

Namun, sayangnya cerita film ini tidak bisa dibilang bagus. Ide ceritanya memang menarik, bisa dibilang orisinil karena berhasil mengangkat sebuah fenomena yang mungkin terjadi secara nyata. Hanya saja cerita tersebut tidak terselubungi dengan baik. Setengah film berjalan, Anda akan tahu siapa penjahat sebenarnya dan apa motifnya. Tegangan film yang dibangun dari pencarian motif beralih pada kejar-kejaran yang minim aksi serta minim penyelesaian. Paling tidak, sepertiga bagian akhir film ini cencerung hanya memperlihatkan kebodohan FBI dan kejeniusan sang penjahat yang, sayangnya sekali lagi, tidak diceritakan dengan baik. Bagian ini hanyalah bagian Anda menunggu akhir cerita dan penutup yang mungkin juga sudah Anda kira sebelumnya.

Meskipun secara garis besar film ini tidak istimewa, namun ide yang diusungnya tetap patut diapresiasi dengan selayaknya. Terus terang, jarang ada film tentang dunia cyber space yang dibuat dengan tingkat keseriusan seperti ini. Di luar sana, film yang menggunakan unsur dunia internet masih berkutat dengan pencurian uang dan identitas. Film ini, yang menggulirkan plotnya dengan tema pembunuh berantai, merupakan hal unik yang jarang ditemui. One of a kind, bahkan di Hollywood sendiri.

Maka film ini menjadi satu film yang patut dicoba dan dirasakan. Mungkin penonton akan menemukan aroma film Saw di sana-sini, atau juga nuansa klise ala horor lain yang digunakan sutradara untuk menambah nuansa gelap film ini. Namun itu semua anggaplah bumbu film, yang mungkin akan menimbulkan rasa film yang berbeda.

(AriefJuga/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleIchi The Killer
Next articleSource Code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here