Limitless

0
234

Limitless

Kejutan dan belokan tak terduga tidak terlalu banyak, namun cukup membuat penonton terjaga sepanjang durasi film.

DATA FILM

  • Judul Film: Limitless
  • Genre: Sci-Fi – Thriller
  • Sutradara: Neil Burger
  • Produser:Leslie Dixon – Ryan Kavanaugh – Scott Kroopf
  • Penulis Skenario: Leslie Dixon (film) – Alan Glynn (novel)
  • Studio Produksi: Relativity Media
  • Distributor: Relativity Media
  • Negara: Amerika
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 105 menit
  • Tahun Rilis: 24 Mei 2011 (Indonesia)

PEMERAN UTAMA

  • Bradley Cooper sebagai Eddie Morra
  • Anna Friel sebagai Melissa
  • Abbie Cornish sebagai Lindy
  • Robert DenNiro sebagai Carl Van Loon

SINOPSIS

Eddie sudah berjuang selama berbulan bulan untuk menulis sebuah buku, namun tak satu hurufpun berhasil dia ketik. Lelah dengan hidupnya yang berantakan, Lindy – kekasihnya yang juga merangkap penyandang dana dan tukang bersih bersih- meninggalkan Eddie.

Suatu hari, Eddie bertemu dengan mantan kakak iparnya, Vernon, yang memberi nya sebuah pil ajaib. Konon pil tersebut bisa membantu manusia mengakses 100% otaknya. Singkat kata, Eddie minum pil tersebut dan merasakan khasiatnya yang luar biasa.

Ketagihan akan efeknya, dia menemui Vernon di apartemen nya. Namun seseorang membunuh Vernon. Dengan cepat Eddie mencoba menemukan stok  pil yang disebut NZT itu sebelum polisi datang.

Hidupnya berubah 100%. Dia menyelesaikan bukunya, lalu memulai karir trading. Namanya segera mencuat di kalangan Wall Street karena dia berhasil menggandakan uang dalam waktu singkat.

Apakah kisah ‘cinderella’ semacam ini bisa menjadi kenyataan dan berakhir bahagia?

TRAILER

 

 

REVIEW

Sang sutradara yang pernah memukau pemirsa lewat film ‘The Illusionist’, dengan cerdas mengangkat sebuah mitos laris yang mengatakan bahwa manusia hanya bisa menggunakan 20% dari otaknya, dan menjadikannya sebuah film yang menggoda imajinasi penonton. 

Obat ini diceritakan ‘hanya’ memaksimallkan kemampuan otak seseorang. Tapi tentu saja ada efek samping yang siap menanti ketika obat habis. Dalam film ini, efek samping nya adalah kematian. Spesial efek film ini berhasil menggambarkan dengan tepat seperti apa khasiat obat ini bagi penggunanya.

Naskah dibuat dengan cukup apik. Disajikan dalam campuran dialog para karakter didalamnya dan monolog tokoh utamanya. Alurnya pun tidak terlalu membingungkan. Cenderung bergerak maju. Kejutan dan belokan tak terduga tidak terlalu banyak, namun cukup membuat penonton terjaga sepanjang durasi film.

Ada satu bagian yang membuat Kita hampir mual, ketika Eddie harus minum darah seseorang untuk bertahan hidup. Bukan adegan yang aneh jika film ini bercerita tentang vampir atau zombie, tapi di film sci-fi modern seperti ini, gambaran insting manusia yang siap melakukan apa saja untuk bertahan hidup terlihat lumayan ‘sadis’.

Bradley cooper memerankan sosok pecundang di awal film dengan cukup bagus, mengingat dia lebih natural bermain sebagai seorang womanizer di beberapa film sebelumnya. Hampir senada dengan ‘The illusionist’, film ini tidak menggaris bawahi pesan moral bahwa yang baik pasti akan menang dan yang jahat pasti akan kalah. Hitam putih dibiarkan bercampur dan menimbulkan ambigu di adegan terakhir film ini.

(Nakizura/Kitareview.com)

 

SHARE
Previous articleThe Lincoln Lawyer
Next articleCity of God

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here