Review Film The Losers

0
656

“Bisa dikatakan juga bahwa film The Losers ini merupakan versi ekonomis dari The A-Team.”

DATA FILM

– Judul Film: The Losers
– Genre: Aksi – Petualangan – Kriminalitas – Misteri
– Sutradara: Sylvain White
– Penulis Skenario: Andy Diggle (Komik) – Peter Berg & James Vanderbilt (film)
– Produser: Joel Silver – Akiva Goldsman – Kerry Foster.
– Studio produksi: DC Entertainment – Dark Castle Entertainment – Weed Road Pictures – Warner Bros Pictures
– Distributor: Warner Bros. Pictures (Amerika Serikat) – Optimum Releasing (Inggris)
– Negara: Amerika Serikat
– Bahasa: Inggris
– Durasi: 103 menit
– Tahun Rilis: 23 April 2010 (Amerika)

PEMERAN UTAMA

– Jeffrey Dean Morgan sebagai Franklin Clay
– Idris Elba sebagai William Roque
– Zoe Saldana sebagai Aisha al-Fadhil
– Chris Evans sebagai Jake Jensen
– Columbus Short sebagai Linwood “Pooch” Porteous
– Óscar Jaenada sebagai Carlos “Cougar” Alvarez
– Jason Patric sebagai Max
– Holt McCallany sebagai Wade
– Morris Jordan sebagai Ben

SINOPSIS THE LOSERS

Clay, Jensen, Roque, Pooch dan Cougar, sebuah tim elit pasukan khusus Amerika Serikat sedang berada di Bolivia. Mereka menjalankan misi khusus untuk menemukan dan melenyapkan Fadhil, seorang dedengkot jahat yang operasinya meliputi berbagai macam kegiatan; pengedar obat bius, bandar senjata, dan segala kejahatan lain yang membuatnya pantas diburu pasukan khusus ini. Namun situasi tidak berlangsung mulus.

Tim tiba-tiba terjebak dalam sebuah skenario besar agensi intelijen Amerika yang mendesak mereka harus menghilang sementara waktu. Untuk pada akhirnya kembali dan menuntut balas dendam mereka pada Sang agen dan meminta pembalasan setimpal atas keadaan yang telah mereka alami.

TRAILER FILM THE LOSERS

REVIEW FILM THE LOSER

Para penggemar film di Indonesia belakangan menunggu-nunggu kedatangan film The A-Team yang sudah melegenda. Bahkan The A-Team telah menjadi mitos; sebuah tim solid yang terbentuk dari “alumni” elemen militer, dan jelas, sangat berbahaya. Namun, ternyata, model seperti ini tidak hanya monopoli dari The A-Team. Sebuah film dengan konsep sama ternyata juga dibuat dan dirilis tidak lama sebelum The A-Team, yaitu The Losers.

The Losers memiliki semua unsur film The A-Team; sebuah tim yang solid, dengan seorang pemimpin kelompok yang kharismatik (Clay), serta kumpulan spesialis mulai dari penembak jitu (Cougar), ahli komputer dan komunikasi (Jensen), pengendara handal (Pooch), dan spesialis penghancur sekaligus taktik (Roque).  Bisa dikatakan juga bahwa film ini merupakan versi “ekonomis” dari The A-Team. Ini karena meskipun memiliki unsur yang mirip dengan The A-Team, tingkat keahlian dan kualitas aksi dari masing-masing personil dalam tim ini tidak terlalu istimewa.

Bersiaplah menghadapi ledakan dan rentetan peluru sementara para Losers ini berusaha membalaskan dendam mereka pada tokoh CIA bernama Max. Terus terang saja, alur bukan merupakan daya tarik utama dalam film ini. Aksi ledakan dan baku tembaklah yang menjadi unsur pentingnya. Dengan mengedepankan aksi-aksi itu, film The Losers ini terbilang ringan dan tidak perlu memeras otak terlalu kering hanya untuk mengerti jalan ceritanya. Penonton seperti  disuguhi dengan makanan “cepat saji siap santap” yang tinggal dihadapi dan dinikmati.

Pada beberapa adegan film ini terlihat sangat komikal. Seperti ketika Clay berjalan santai, tanpa merasa perlu menghindar, di depan sebuah pesawat yang meledak dan terbakar.  Adegan ini mungkin pengaruh dari versi asli cerita ini, yang diangkat dari cerita komik dengan judul yang sama karya Andy Diggle. Dengan begini, hal itu bisa dimaklumi dan dianggap lumrah.

Hal yang bisa dibilang mengganggu atau mengusik nurani adalah ketika film The Losers ini lengang dari nilai-nilai kemanusiaan. Begitu gampangnya nyawa manusia diperlakukan, bahkan tanpa memperlihatkan reaksi sedikit “bersalah”. Untuk hal ini, semua layak setuju untuk menunjuk tokoh Max, yang dengan dingin menembak asistennya hanya karena gagal memayunginya dari terpaan angin. Sebagai catatan, adegan ini terlihat dimaksudkan untuk menjadi lucu. Membunuh untuk humor? Sungguh sadis.

Kehadiran Max seperti merayakan kesadisan itu dan sukses menyatakan karakternya sebagai musuh bersama umat manusia. Hal lain adalah pemilihan nama Fadhil sebagai karakter jahat. Meski hal yang biasa pada film Amerika akhir-akhir ini untuk menyebut kalangan Timur Tengah sebagai penjahat, namun itu jelas sentimen buruk yang sepertinya terus disuburkan. Bahkan untuk film seringan ini, ternyata tidak luput juga dari sentimen itu.

Demikian review film The Loser dari Kitareview.com, semoga bermanfaat 🙂

(AriefJuga/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here