Perahu Kertas

0
1004

Perahu Kertas
Membaca Perahu Kertas tulisan Dewi “Dee” Lestari, membuat pembaca seolah-olah berada dalam dalam perahu kertas..”

DATA BUKU

    • Judul Buku: Perahu Kertas
    • Jenis Buku: Novel
    • Genre: Fiksi – Teenlit
    • Penulis: Dewi “Dee” Lestari
    • Penerbit: Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
    • Bahasa: Indonesia
    • Cetakan Pertama: Agustus 2009
    • Tebal Buku: xii + 444 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 20 x 13,5 cm
    • Website Resmi Penerbit: http://www.mizan.com
    • No. ISBN: 978-979-1227-78-0
    • Harga:
        • Rp.69.000

(Harga Update Maret 2010)


KARAKTER UTAMA

  • Kugy
  • Keenan


SINOPSIS

Namanya Kugy. Mungil, penghayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu?

Akankah hati dan impian mereka bertemu?

Loading...



REVIEW


Membaca Perahu Kertas tulisan Dewi “Dee” Lestari, membuat pembaca seolah-olah berada dalam dalam perahu kertas pada arus sungai yang deras. Kelokan pada ceritanya, kadang membuat geli, kadang membuat terenyuh. Perasaan haru yang dapat memberikan inspirasi untuk melakukan hal yang lebih berarti.

Perjalanan cinta Kugy dan Keenan dalam cerita ini enak dibaca. Cerita yang mengalir terasa lebih hidup dengan bahasa yang pas. Kos-kosan yang digunakan Dee sebagai bengkel menulis novel ini, terlihat jelas hasilnya pada cerita yang dihasilkan. Dunia mahasiswa yang ingin digambarkannya tampak nyata.

Dee konsisten membawakan cerita inti dalam novel ini hingga tamat. Namun, beberapa cerita sampingan sebagai pelengkap cerita inti masih terlihat bolong-bolong, sehingga masih muncul pertanyaan tentang cerita sampingan tersebut, ketika menyelesaikan novel ini. Secara keseluruhan novel ini menyenangkan dan membuat capek. Menyenangkan karena cerita yang dituturkan mudah dicerna termasuk guyonan-guyonannya. Membuat capek, karena berkali-kali pembaca dipaksa untuk menahan haru, jika tidak ingin menyeka air mata.

(just_hammam/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleStrange Angel
Next articleCanting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here