Kompilasi KRL: Komik Rada Lucu

0
235

Kompilasi KRL: Komik Rada Lucu

Sebagai teman perjalanan yang sarkas, komik ini cukup menghibur dan mampu mengatasi kejenuhan.

DATA BUKU

  • Judul Buku: Kompilasi KRL: Komik Rada Lucu
  • Jenis Buku: Komik
  • Penulis: Eko S Bimantara
  • Penerbit: Gradien Mediatama
  • Cetakan Pertama: 2010
  • Bahasa: Indonesia
  • Tebal Buku: 112 halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 10 x 14,5 cm
  • Website Resmi Penerbit: http://www.gradienmediatama.com
  • Nomor ISBN: 978-602-8260-62-6
  • Harga Buku:
    • Gramedia: Rp.15.000
    • (Harga Update September 2011)

SINOPSIS

KRL adalah komik empat panel yang ‘sarkas’. Kritik terhadap permasalahan sosial di sekitar kita.

Loading...

REVIEW

Jakarta dan segala permasalahannya adalah potret mini Indonesia, ujar seseorang. Pernyataan itu diamini oleh Eko S Bimantara dalam komik mininya ini.

Terbagi ke dalam lima segmen yang menyentil isu sehari-hari. Segmen pertama, “Di Atas Lega Bertaruh Nyawa”, menyindir para pengguna kereta api yang keras kepala tidak mau bayar tiket dan duduk di atap kereta. Ada yang kepalanya terbelah kena kabel listrik, ada yang kesetrum, ada yang taruhan siapa penumpang yang bakal mati jatuh dan ternyata mereka malah yang mati, dan lain-lain.

Lalu ke segmen kedua yang menyindir televisi dengan judul “Ku Tonton Kau Tonton”. Dampak negatif sinetron, parno karena film horor, sampai ide untuk berbuat jahat ada di segmen ini. Yah begitulah wajah televisi negara ini.

Kemudian soal permasalahan keluarga pada “Keluarga Hingga Akhir Masa”. Bertutur tentang ketidaksetiaan dalam rumah tangga, pertengkaran, anak yang kepahitan terhadap orang tuanya. Euwh!

Eko tidak lupa menghormati kaum perempuan dengan tetap menonjolkan sosok klise “Kartini” pada judul (dengan ilustrasi aneh Wonderwoman sedang nyuci pakaian). Perempuan hamil di luar nikah, pedangdut yang titahnya bahkan bisa membuat para lelaki idung zebra jadi kalap, istri yang merindukan suami yang telah tiada, pembantu yang mimpi jadi Cinderella. Satir coi!

Sementara pada segmen kelima ada kampanye membaca komik dalam judul “Baca Komik”. Eko dengan lugas menggambarkan komik sebagai media pembodohan terhadap anak, obat duka, mengisi waktu senggang, mampu membuat terharu, bahkan bisa bikin putus cinta saking keasyikan baca komik!

Sebagai teman perjalanan yang sarkas, komik ini cukup menghibur dan mampu mengatasi kejenuhan. Perlu diingat komik ini untuk usia 15+, sebab beberapa gambar memang menampilkan kekerasan dan darah, ya walaupun karakter gambar Eko unik dan lucu.

Selamat membaca!

(yasyus/Kitareview.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here