Koloni Hantu

0
426

Koloni Hantu

Kendati empat cerita di komik ini “Jepang” banget, Kita akui bahwa Kita cukup merinding.

DATA BUKU

  • Judul Buku: Koloni Hantu
  • Jenis Buku: Komik
  • Penulis: Onnie Krisnayana, Ida Ariyanti, Risza A. Perdhana, Erwin Prasetya
  • Penyunting: Gupta Mahendra
  • Penerbit: M&C
  • Cetakan Pertama: 2010
  • Bahasa: Indonesia
  • Tebal Buku: 193 halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 17,5 x 11,5 cm
  • Website Resmi Penerbit: –
  • Nomor ISBN: –
  • Harga Buku:
    • Gramedia: Rp.16.500
    • (Harga update Oktober 2011)

SINOPSIS

The Hiking: Sekelompok mahasiswa yang sedang mengikuti lomba hiking diganggu oleh penunggu gunung! Sebagai pimpinan kelompok, Ferry yang dikenal sebagai cenayang kampus harus segera mencari tahu kesalahan apa yang dilakukan anggota kelompoknya, sebelum sang penunggu membahayakan nyawa mereka semua!

D-Messages: Kay yang matanya bisa melihat dunia hantu, baru saja pindah ke Indonesia untuk berobat ke seorang kyai. Kini tinggal mata kanannya yang perlu diobati. Di sekolah barunya ia bertemu dengan Reo, seorang berandalan yang digosipkan blasteran genderuwo. Kay yang bisa melihat kebenaran melalui mata gaibnya, berniat menolong Reo dari gunjingan ini.

13: Karena ingin menghindari macet di jalur Pantura, Deo dan tiga sahabatnya yang sedang liburan, mengambil jalan pintas. Bukannya lebih cepat sampai ke tujuan, mereka malah sampai ke daerah yang misterius berpohon raksasa, sampai kastil dengan ratusan kamar, lengkap dengan godaan mautnya. Tahayulkah ini? Atau godaan-godaan ini sungguh nyata?

Misteri Taman Maluku: Eja yang sok skeptis (namun sebenarnya takut hantu), nekat menemani dua sahabatnya, Mia dan Onyet, malam-malam ke Taman Maluku yang angker. Jurus nekat ini dia lakukan karena Mia berjanji akan memberi contekan ujian kalkulus jika dia berani. Namun apa yang semula Cuma iseng, bakal berujung pada gangguan yang bisa menghantui seumur hidup mereka!

REVIEW

Selalu ada yang menarik pada reinterpretasi terhadap “horor”. Nah ada empat komikus muda yang menuangkan interpretasinya terhadap horor dalam komik koloni ini. Mari diulas satu persatu.

Dimulai dari “D-Messages” karya Erwin ‘Tyo Kuuma’ Prasetya. Komik yang jelas meniru gaya manga Death Note ini berkisah tentang Reo si bocah penyendiri yang konon merupakan anak setan. Hanya Kay si anak baru yang mau berteman dengan Reo. Kay ini punya kemampuan melihat alam gaib, alam yang tidak mau dipercayai keberadaannya oleh Reo. Suatu hari Kay mati karena menolong Reo. Reo sangat terpukul. Hidupnya berubah karena dia kini dihantui sesosok pocong.

Lalu para penggemar serial cantik bisa bergembira karena genrenya dibawakan dengan baik oleh Ida Ariyanti lewat “The Hiking”. Tentang sekelompok siswa yang hiking tapi dihantui penghuni gunung itu karena dua orang siswa berlaku tidak sopan.

Kemudian “13” buatan Onnie Krisnayana. Komik ini mengisahkan empat sekawan yang terdampar di suatu kastil antah berantah yang sangat mengerikan dan berjuang untuk keluar dari temapt terkutuk itu. Dalam perjalanannya, rahasia diantara mereka terbongkar satu persatu.

Dan “Misteri Taman Maluku” kreasi Risza A. Perdhana menjadi penutup. Berujar soal patung seorang pastor di Taman Maluku yang tiba-tiba hidup karena diganggu tiga orang mahasiswa.

***

Kendati empat cerita di komik ini “Jepang” banget, Kita akui bahwa Kita cukup merinding. Pada tiap komik selalu ada momen “goosebump”, merinding disko. Kita mencoba mengabaikan, misalnya di “D-Messages” tokoh utamanya itu bernama (dan bergaya) Jepang tapi punya pacar berjilbab dengan nama Listya (baiklah nama adalah doa orang tua), bahwa setan gunung bisa takut menghadapi pemuda berkemampuan klenik bernama Agus yang wajahnya dari serial cantik, inkonsistensi panggilan dari “aku-kamu” menjadi “gw-lo” menjadi “aku-kau” ala Batak di “13”, ending yang kayak cerita horor indonesia jadul dimana kiai muncul jadi penyelamat di komik.

Di komik D-Messages momen ketemu pocong dan genderuwo sungguh menyeramkan. Lalu ketika kemunculan si hantu gunung di “The Hiking” juga cukup membuat merinding, momen terperangkap di “13” juga bikin deg deg deg. Dan predikat paling horor Kita jatuhkan kepada “Misteri Taman Maluku”. Komik ini mengingatkan Kita dengan komik “Cerita Hantu di Sekolah”.

Penasaran? Silahkan mencari ke toko buku terdekat 🙂

(yasyus/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here