Angkringan KR

0
280

Angkringan KR

Tiba di Angkringan KR jam 8 malam, Kita dengan kalap mencoba berbagai makanan yang dijual 😀

DATA WARUNG

  • Nama Warung: Angkringan KR
  • Alamat: Jl. Pangeran Mangkubumi, Yogyakarta
  • Menu Utama: Masakan khas angkringan (Sego Kucing, dll)
  • Harga: Rp.1.000Rp. 5.000 (update 2012)

REVIEW

Mendengar kata angkringan dan sego kucing, Kita jadi teringat masa kuliah dulu. Mengiyakan ajakan teman, Kita setuju untuk mencoba apa itu sego kucing (sepuluh tahun yang lalu harganya hanya 500 perak). Terkejutlah Kita ketika lihat lauknya hanya dibungkus plastik yang sangatttt…..kecil 😀

Dikemudian hari baru Kita belajar, itulah seni makan nasi kucing. Nasi seadanya, lauk jelas sangat terbatas, karena itulah perlu menambah gorengan dan jajanan yang disediakan penjualnya. Haha…pretty smart!

Tiba di Angkringan KR jam 8 malam, Kita dengan kalap mencoba berbagai makanan yang dijual :D. Nasi Oseng Tempe, Nasi Kikil, Mendoan, Arem-arem Mie Ayam, Sate Usus, Sate Bakso, Krupuk Rambak. Tersedia pula beberapa gorengan lain seperti Resoles, Pisang Goreng, bahkan Ayam. Untuk minuman, pilihan jatuh pada Es Tape Ketan Ijo, karena jahenya wangi banget 🙂

Total harga yang harus Kita bayar adalah Rp.12.500, jadi jangan minta Kita membahas detil komposisi bumbu dan kuatnya rasa masakan. Karena sekali lagi makan angkringan is about art and socializing. Meskipun niatnya adalah merasakan makan di angkringan, naluri obsesif Kita terhadap kebersihan memang sulit ditaklukkan. Karena itulah Kita memilih Angkringan KR.

 

 

Nama KR diambil dari Kedaulatan Rakyat. Karena angkringan ini memang terletak persis di depan kantor Koran harian Yogyakarta ini. Dibandingkan angkringan lain, Angkringan KR yang notabene menduduki ‘Top 3’ di Yogyakarta, boleh dibilang paling bersih, paling terang dan paling luas.

Memang benar, pelanggan makan diatas selembar tikar lusuh yang digelar di trotoar. Yang banyak dilewati orang. Tapi setidaknya lampu disitu cukup terang untuk bisa makan nyaman (tidak remang remang seperti lesehan lain) dan area duduk lumayan panjang, bahkan ada bangku taman yang bisa diduduki kalau Anda tidak nyaman lesehan. Karena tempat yang tidak terlalu sumpek itulah, asap rokok tidak terlalu mengganggu kenyamanan makan.

Tips: bawa tisu basah atau hand sanitizer dan tisu kering kalau Anda termasuk orang yang cerewet. Jangan berharap menemukan wastafel atau toilet disini. Tisu gulung saja tidak nampak.

Ketika datang dan makan, beberapa orang menatap kebingungan Kita sebagai newbie. Sistem makan disini adalah self service. Kita harus ambil piring kecil merah disalah satu sudut gerobak untuk ‘mengelilingi gerobak’ dan mengambil apa yang Kita mau. Itu artinya harus sering bilang permisi karena menjangkau ke atas kepala orang yang sedang makan di kursi kayu (oh ya..jangan lupa pakai deodoran :p)

Untuk minuman sendiri, Kita harus pesan ke bapak penjual dan dia yang mengantarkan ke tempat Kita duduk. Pembayaran dilakukan ketika saya selesai makan. Muncul perdebatan dipikiran Kita, mengenai apakah si penjual ini sebenarnya naïf atau tidak peduli. Karena jumlah orang yang sedemikian banyak dan jumlah jajanan yang beragam, tidak mungkin dia mengecek makanan yang diambil oleh setiap pelanggan.

Overall, tempat ini menyenangkan untuk dikunjungi di malam minggu. Sambil makan (yang ternyata mengenyangkan), Anda bisa melihat tingkah polah muda-mudi Yogya, dan setelahnya bisa jalan kaki ke Malioboro =)

(Nakizura/Kitareview.com)

 

SHARE
Previous articleHouse of Raminten
Next articleTETEG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here