The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader

1
891

The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader

..harus diakui kisah yang disajikan The Voyage of The Dawn Treader memang tidaklah sekompleks dua seri pendahulunya..

DATA FILM

  • Judul Film: The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader
  • Genre: Petualangan – Keluarga – Fantasi
  • Sutradara: Michael Apted
  • Produser: Mark Johnson – Andrew Adamson – Philip Steuer
  • Penulis Skenario: Christopher Markus – Stephen McFeely – Michael Petroni
  • Studio Produksi: Fox 2000 Pictures – Walden Media
  • Distributor: 20th Century Fox
  • Negara: Amerika – Inggris
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 115 menit
  • Tanggal Rilis: 3 Desember 2010 (Indonesia)

DATA LAINNYA

  • Diangkat dari: Novel
  • Judul: The Voyage of the Dawn Treader (buku ke-3 dari The Chronicles of Narnia)
  • Penulis: C.S. Lewis
  • Tahun Terbit: 1952

PEMERAN UTAMA

  • Georgie Henley sebagai Lucy Pevensie
  • Skandar Keynes sebagai Edmund Pevensie
  • Will Poulter sebagai Eustace Scrubb
  • Ben Barnes sebagai King Caspian
  • Simon Pegg sebagai the voice of Reepicheep
  • Gary Sweet sebagai Lord Drinian
  • Liam Neeson sebagai pengisi suara Aslan
  • Laura Brent sebagai Lilliandil
  • Bille Brown sebagai Coriakin
  • Terry Norris sebagai Lord Bern
  • Bruce Spence sebagai Lord Rhoop
  • Tilda Swinton sebagai The White Witch

SINOPSIS

Ber-setting tiga tahun setalah kisah Prince Caspian, kini kakak beradik Pevensie kembali ke kehidupan normal mereka. Peter sang kakak tertua melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, Susan menemani orangtuanya berkeliling dunia, meninggalkan kedua adiknya, Edmund (Skandar Keynes) dan Lucy (Georgie Henley), bersama sepupu mereka, Eustace Scrubb, (Will Poulter) yang sok tau dan menjengkelkan. Suatu hari terjadi sebuah keanehan pada salah satu lukisan di rumah Eustace. Lukisan bergambar kapal yang terpajang di dinding kamar mereka itu mendadak hidup dan mengeluarkan air dan dengan cepat menenggelamkan Edmund, Lucy dan Eustace. Setelah berhasil berjuang kembali ke permukaan mereka menemukan bahwa diri mereka sudah tidak lagi berada di kamar, melainkan di laut lepas, dimana mereka kemudian ditolong oleh sebuah kapal bernama The Dawn Treader yang kebetulan melintas. Kejutan rupanya belum berakhir. Di kapal ini Edmund dan Lucy ternyata bertemu dengan kawan lamanya, Caspian (Ben Barnes) yang kini telah menjadi Raja Narnia.

TRAILER

REVIEW

Franchise The Chronicles of Narnia mungkin tidaklah seperkasa adaptasi novel lain seperti Harry Potter series, The Twilight Saga, maupun Trilogi Lord of The Rings. Namun tetap saja kisah fantasi yang juga merupakan adaptasi dari rangkaian 7 novel berseri karya C.S. Lewis ini, menjadi salah satu film yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini oleh para penggemarnya novelnya di seluruh dunia, dan juga oleh para penonton penggemar epik fantasi berkualitas.

Kesuksesan yang diperoleh dua seri sebelumnya, The Lion, The Witch and The Wardrobe dan Prince Caspian ternyata tidak membuat franchise Narnia berjalan mulus dalam pengembangannya, bahkan nyaris saja terhenti di tengah jalan karena beberapa permasalahan. Seperti salah satu yang paling krusial adalah masalah hak cipta, dimana kali ini Walden Media selaku pihak produksi tidak lagi ditemani oleh Walt Disney Pictures dalam hal pendistribusian, dikarenakan pihak Disney merasa tidak puas dengan pencapaian box office Prince Caspian, yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Dan kali ini Walden menunjuk 20th Century Fox untuk menemani mereka melahirkan installement ketiga Narnia yang bertajuk The Voyage of The Dawn Treader, yang juga menjadi seri Narnia pertama yang menggunakan teknologi 3D.

Perubahan juga terjadi dalam kursi sutradara dimana Andrew Adamson yang menyutradarai dua seri pertamanya kini menyerahkan kursinya kepada Michael Apted, sutradara yang pernah menukangi The World Is Not Enough pada tahun 1999 lalu. Kali ini Adamson hanya duduk sebagai produser di seri ketiga ini.

Ya, memang harus diakui kisah yang disajikan The Voyage of The Dawn Treader memang tidaklah sekompleks dua seri pendahulunya, bisa dibilang sangat sederhana. Namun hal tersebut malah membuat bagian ketiga ini menjadi terasa lebih lepas dan enjoyable. Rangkaian adegan petualangan dan aksi seru yang dikemas cepat dan menghibur, menjadi daya tarik tersendiri di film berdurasi 115 menit ini. Namun, seperti sudah menjadi ‘penyakit bawaan’ film yang diadaptasi dari novel, The Voyage of The Dawn Treader pun tidak luput dari pemangkasan sana-sini dari kisah novelnya. Tidak salah memang, namun sayangnya Michael Apted dan tim penulis naskah menghilangkan beberapa bagian yang sebenarnya cukup penting disini dan malah menambah adegan-adegan kurang perlu yang sebenarnya malah tidak ada di novelnya, seperti pencarian 7 pedang. Hal ini tentunya menjadi kelemahan terbesar di seri ketiga ini, terutama bagi penonton yang tidak membaca novelnya. Ya, memang tidak sampai berdampak besar, namun tetap saja cukup menganggu.

Sisi menariknya adalah, The Voyage of The Dawn Treader tidak hanya menghadirkan kisah petualangan yang hampir sebagian besar ber-setting di lautan nan indah (apalagi jika disaksikan dalam format 3D), tapi juga terselip tema coming-of-age kuat dari para karakter-karakternya. Terlihat dari bagaimana kisah ini di akhiri dengan sebuah perpisahan manis dan juga mengharukan antara Narnia, yang di wakili oleh The Great Lion, Aslan (Liam Nesson), dan Edmund serta Lucy yang dinilai sudah beranjak dewasa. Begitu juga seperti yang dialami oleh karakter Eustace yang mampu berkembang dinamis disepanjang film.

Overall, The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader mungkin terlihat jauh lebih sederhana ketimbang dua predesornya, namun tidak membuat epik petualangan fantasi satu ini kehilangan pesonanya sebagai sebuah sajian ringan dan menghibur, yang dapat dengan mudah di ‘santap’ oleh seluruh anggota keluarga. Sayangnya Anda harus berpisah dengan Lucy dan Edmund disini, karakter-karakter manusia terakhir yang menjadi benang merah di dua instalemen sebelumnya, namun setidaknya, suka tidak suka, Anda sudah diperkenalkan oleh seorang pahlawan baru, penerus kisah Narnia, dalam diri Eustace. Selamat menonton!
(Hafilova/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleReview Film Tangled
Next articleEnchanted

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here