Cin(t)a

4
401

Cin(t)a
..jangan Anda pernah lewatkan film ini, jika Anda mengaku penikmat film-film bermutu!”

DATA FILM

  • Judul Film: Cin(t)a
  • Genre: Drama – Indie
  • Sutradara: Sammaria Simanjuntak
  • Produser: Adi Panuntun – M. Budi Sasono – Sammaria
  • Penulis Skenario: Sally Anom Sari – Sammaria
  • Studio Produksi: Moonbeam Creations – Sembilan Matahari Film
  • Negara: Indonesia
  • Bahasa: Indonesia (English Subtitle)
  • Durasi: 79 menit
  • Tahun Rilis : 29 Mei (Inggris)

PEMERAN UTAMA

  • Saira Jihan sebagai Annisa
  • Sunny Soon sebagai Cina


SINOPSIS

Apa jadinya jika ketika seorang laki-laki dan perempuan bertemu dan saling tertarik satu sama lain, namun terbatas karena masalah perbedaan ras dan agama? Cerita yang sangat klise, namun hal klise nan standar sinetron itu tidak terjadi di film ini. Hal itulah yang menimpa Annisa, mahasiswi arsitektur berumur 24 tahun dan merangkap profesi sebagai aktris namun kesepian, dengan Cina, mahasiswa baru sejurusan Annisa yang berumur 18 tahun.Keduanya sangat bertolak belakang dalam masalah studi, Annisa yang prestasi kuliahnya pas-pasan dengan Cina yang sangat berbakat dalam menjalani studi arsitekturnya. Keduanya bertemu secara unik dan menjalin hubungan. Masalah agama dan ras yang membatasi mereka tidak mereka hiraukan, karena mereka beranggapan bahwa cinta lah yang menyatukan mereka, karena menurutnya cinta tidak melihat agama dan ras.

Justru yang menarik mereka semakin dekat adalah konsep ketuhanan agama mereka masing-masing, dimana keduanya sering beragumen masalah tersebut. Sedangkan untuk konsep ketuhanan masing-masing, keduanya memiliki pendapatnya. Annisa berpendapat bahwa God is a Director, sedangkan Cina berpendapat bahwa God is an Architect. Maka, pertanyaan konsep ke-Tuhanan dan cinta menjadi inti film ini.



TRAILER

 

 


REVIEW

Anda yang berpikir bahwa ini adalah film remaja khas  masa kini dengan style sinetron dan penuh dunia yang ceria, dengan tema cinta serta drama yang dibuat berlebihan, Anda salah besar! Film ini adalah film independent, yang dibuat sekelompok mahasiswa Indonesia, dengan skrip dan tema yang berani. Suasana surealis dan sedikit kelam yang dibangun, serta jauh dari kesan mewah dan warna warni, membuatnya menjadi  sangat unik. Hasilnya? Sebuah festival film di Inggris mendapat kehormatan untuk menayangkan perdana film ini sebelum Indonesia! Wow!Sebuah kata masterpiece pun meluncur untuk menggambarkan karya anak bangsa ini. Dengan membawa tema agama yang sangat kental, beserta konsep ke-Tuhanan dari  masing-masing karakter, Annisa yang beragama Islam, dan Cina yang beragama Kristen, menjadikan film ini begitu beda dari film lokal lainnya. Flm ini ‘berani’ membawa penonton untuk bertanya dan memperdebatkan konsep ke-Tuhanan dari kacamata agama Annisa dan Cina.

Hebatnya lagi, tidak ada pihak manapun yang tersudutkan akibat dialog-dialog yang muncul, melainkan menjadi suatu pemikiran bagi penikmatnya. Dialog-dialog tersebut bukan hanya memancing pemikiran, namun juga mengundang senyum karena dibawakan dengan unik oleh kedua karakternya. Selain perdebatan tadi, kisah cintanya dibuat sedemikian rupa, jauh dari dramatisasi dan mendayu-dayu. Jalinan cinta mereka berdua dipadukan sangat baik dengan ideologi ke-Tuhanan Annisa dan Cina masing-masing.

Karakternya pun dibuat tanpa berpihak serta bermain sangat apik dan pas. Saira Jihan, walau sedikit agak kaku, mampu menghidupkan karakter Annisa yang 

lembut, kesepian dan terlihat rapuh,  namun memiliki prinsip terhadap pendapatnya. Sunny Soon sebagai Cina pun bermain tak kalah okenya. Karater Cina yang percaya diri, optimis dan memiliki visi, sanggup dimainkan dengan baik oleh Soon.Bagaimana dengan segi teknis. Ini dia yang hebat. Dengan semua yang serba terbatas, ternyata mampu diubah menjadi kekuatan di film ini. Setting-nya yang minim dipadu dengan pengambilan sudut pandang kamera yang tidak lazim, serta suasana serba sunyi dan surealis, sanggup menjadi kekuatan yang sangat mendukung tema yang ditampilkan film ini. Kesimpulannya, jangan Anda pernah lewatkan film ini, jika Anda mengaku penikmat film-film bermutu!

Bravo anak bangsa! Bravo Indonesia! 🙂(Jack/Kitareview.com)

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here