Review Film Tangled

“..sepertinya perjuangan Disney untuk mengembalikan kejayaannya dulu melalui film Tangled ini, bisa dibilang berbuah manis.”

1
1561

DATA FILM

  • Judul Film: Tangled
  • Genre: Animasi 3D – Komedi – Keluarga
  • Sutradara: Nathan Greno – Byron Howard
  • Produser: Roy Conli – Glen Keane – John Lasseter – Aimee Scribner
  • Penulis Skenario: Dan Fogelman (skenario) – Jacob Grimm & Wilhelm Grimm (cerita dongeng)
  • Studio Produksi: Walt Disney Animation Studios – Walt Disney Pictures
  • Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
  • Negara: Amerika
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 100 menit
  • Tanggal Rilis: 26 November 2010 (Indonesia)

PENGHARGAAN YANG DIPEROLEH

  • Academy Awards ke-83 (2011)
  • Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song: Alan Menken, Glenn Slater – “I See the Light” (nominasi)
  • Golden Globe Awards ke-68 (2011)
  • Best Animated Film (nominasi)
  • Best Original Song – Motion Picture: “I See the Light” (nominasi)

PENGISI SUARA

  • Mandy Moore sebagai Princess Rapunzel
  • Zachary Levi sebagai Eugene “Flynn Rider” Fitzherber
  • Donna Murphy sebagai Mother Gothel
  • Brad Garrett sebagai Hook-Hand Thug
  • Ron Perlman sebagai Stabbington Brothers
  • Jeffrey Tambor sebagai Big Nose Thug
  • Richard Kiel sebagai Vladamir
  • M. C. Gainey sebagai Captain of the Guard
  • Paul F. Tompkins sebagai Shorty Thug

SINOPSIS FILM TANGLED

Pada zaman dahulu kala, seberkas titik cahaya kecil matahari jatuh ke bumi dan menjelma menjadi sekuntum bunga ajaib berwarna emas, yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan penyakit apa saja. Seorang penyihir wanita bernama Gothel kemudian menemukan dan menggunakan bunga ajaib tersebut secara diam-diam untuk membuat dirinya tetap awet muda. Ratusan tahun kemudian, seorang ratu yang tengah mengandung putri pertamanya sedang sakit keras, dan hanya bunga emas ajaib itulah yang satu-satunya mampu menyembuhkan sang ratu.

Para pengawal kerajaan berhasil mengambil bunga tersebut dari tangan Gothel dan memberikannya kepada sang Ratu. Ratu yang berhasil sembuh kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Rapunzel, bayi cantik yang rupanya telah mewariskan kekuatan ajaib bunga tersebut dalam rambut emasnya. Namun kebahagian sang Ratu tidak bertahan lama. Suatu malam Gothel yang marah kemudian menculik Rapunzel kecil dan menyekapnya di sebuah menara tersembunyi hingga 18 tahun.Kemudian tanpa sengaja seorang pencuri muda, Flynn Rider, yang sedang melarikan diri dari kejaran tentara kerajaan tanpa segaja menemukan tempat persembunyian Gothel dan Rapunzel, dan dari sinilah kisah petualangan sang putri hilang pun dimulai..

TRAILER FILM TANGLED

REVIEW FILM TANGLED

Walt Disney dulu mungkin berbeda dengan Walt Disney sekarang. Jika pada masanya, perusahaan animasi yang berdiri sejak tahun 1929 ini, mampu berdiri kuat dengan kemampuannya sendiri dalam menghasilkan animasi-animasi 2D berkualitas tinggi, yang kebanyakan mengadaptasi dengan gaya mereka sendiri. Seperti kisah-kisah dongeng klasik populer Snow White, Pinnochio, The Little Mermaid, Beauty and The Beast hingga Aladdin.

Dan kini seiring dengan berkembangnya jaman, tampaknya standar orang untuk menikmati animasi perlahan-lahan sudah mulai berubah, baik dari segi tema maupun teknis. Dongeng-dongeng klasik mulai ditinggalkan dan animasi 2D tampak menjadi barang usang, dengan semakin populernya animasi-animasi berbasis Computer-Generated Imagery (CGI), yang secara tidak langsung membuat Walt Disney Pictures mulai kehilangan daya ‘magis’nya. Sampai-sampai mereka harus mengandalkan kekuatan Pixar untuk dapat terus eksis di belantika peranimasian yang semakin “kejam”.

Tahun 2009 lalu tampaknya menjadi momen penting bagi Walt Disney Animation Studios untuk back to basic dan menunjukan jati diri mereka sebenarnya. Ya, The Princess and the Frog yang bisa dibilang cukup sukses secara komersial dan banyak mendapatkan pujian, rupanya membuat Disney Studios semakin percaya diri untuk membangkitkan kembali kejayaan mereka dulu melalui animasi-animasi berbasis dongeng klasik musikal.

Dan kali ini Rapunzel yang notabene merupakan adaptasi dari dongeng klasik populer Jerman buah karya Brothers Grimm, mendapatkan kesempatannya untuk dapat bersanding dengan kisah-kisah fairytale Disney lainnya. Rapunzel, yang juga berjudul Tangled di kawasan Amerika ini, merupakan film ke-50 dari seri animasi klasik Walt Disney dan juga film dongeng pertama Disney yang menggunakan format CGI.

Dan sepertinya perjuangan Disney untuk mengembalikan kejayaannya dulu melalui Rapunzel ini, bisa dibilang berbuah manis. Di sutradrai oleh Nathan Greno dan Byron Howard yang pernah sukses menghadirkan Bolt 2008 lalu, ditambah sentuhan ‘magis’ dari para animator-animatornya dalam menghasilkan lingkungan bermain yang indah, dan karakter-karakter yang lovable serta didukung kemampuan Dan Fogelman, mampu memodifikasi dongeng buatan Brothers Grimm dengan sangat baik tanpa harus merusak kisah aslinya, membuat Rapunzel dengan mudah dicintai.

Jalinan kisah yang bersahabat, menghibur dan tentu berisi pesan moral kental, jelas menjadikannya dapat ‘disantap’ oleh semua umur dan kalangan. Ya, meskipun berbasis CGI, namun kesan klasik seperti yang pernah dihadirkan dalam karya-karya dongeng Disney tempo dulu, tetap terasa dalam setiap adegan-adegannya. Termasuk tidak lupa seperi biasanya menghadirkan karakter-karakter pendamping yang sangat menghibur, seperti kehadiran Pascal si Bunglon peliharan Rapunzel yang loyal dan kuda kerajaan bernama Maximus yang bagi Kita menjadi karakter terlucu yang di sini.

Tidak lengkap rasanya aroma klasik dongeng satu ini jika tidak didukung dengan lantunan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh karakter-karakternya. Walaupun harus disayangkan komposer langganan Disney, Alan Menken, kali ini sepertinya kurang berhasil menghadirkan lagu-lagu yang memorable dalam ingatan penontonya, seperti yang pernah dihasilkannya dalam animasi-animasi Disney lainnya. Seperti soundtrack Beauty and the Beast dan Aladdin yang bahkan sampai menggondol Oscar untuk soundtrack terbaik.

Walaupun Disney sebenarnya jarang memasang nama-nama besar untuk mengisi suara para karakternya, namun dipasanganya duet Mandy Moore dan Zachary Levi terbilang membawa pengaruh positif. Keduanya sukses membawakan karakter suara Rapunzel dan Flynn Rider dengan chemistry yang dibangun dengan cukup baik sepanjang film.

Overall, bagi siapa saja yang pernah tumbuh bersama karya-karya klasik Disney, bisa dipastikan dengan mudah akan langsung jatuh cinta kepada Rapuzel/Tangled ini, apalagi kisah putri dengan rambut sepanjang 70 kaki ini mampu dikemas dengan sangat baik, bersahabat dan menghibur, plus balutan animasi dengan kualitas jempolan, menjadikan Rapunzel cukup pantas untuk disejajarkan dengan animasi klasik terbaik Disney lainnya. Walaupun sedikit disayangkan penggunaan efek 3D-nya tampak tidak terlalu berpengaruh besar disini.

Itulah review film Tangled dari Kitareview.com. Selamat menonton! 🙂

(Hafilova/Kitareview.com)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here