Review Film Gnomeo And Juliet

0
494

“Film Gnomeo And Juliet ini plotnya berjalan tanpa adanya kejutan sama sekali. Cenderung membosankan, mudah ditebak dan sangat melelahkan.”

DATA FILM

  • Judul film: Gnomeo & Juliet
  • Genre: Animasi 3D – Komedi – Keluarga
  • Sutradara: Kelly Asbury
  • Produser: Baker Bloodworth – David Furnish – Steve Hamilton Shaw
  • Penulis Skenario:
    • William Shakespeare (pementasan/play)
    • Kelly Asbury – Mark Burton – Kevin Cecil – Emily Cook – Kathy Greenberg – Andy Riley – Steve Hamilton Shaw (film)
    • John R. Smith – Rob Sparkling (film – skenario awal)
  • Studio Produksi: Starz Animation – Rocket Pictures
  • Distributor: Touchstone Pictures (USA) – E1 Entertainment (UK)
  • Negara: Ameria
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 84 menit
  • Tanggal Rilis: 11 Februari 2011 (Amerika)

PENGISI SUARA

  • James McAvoy sebagai Gnomeo
  • Emily Blunt sebagai Juliet
  • Michael Caine sebagai Lord Redbrick
  • Jason Statham sebagai Tybalt
  • Maggie Smith sebagai Lady Blueberry
  • Ashley Jensen sebagai Nanette
  • Matt Lucas sebagai Benny
  • Patrick Stewart sebagai William Shakespeare
  • Ozzy Osbourne sebagai Fawn
  • Hulk Hogan sebagai Terrafirminator

SINOPSIS GNOMEO AND JULIET

Gnomeo dan Juliet. Sepasang kurcaci taman dari dua kebun yang berbeda, pada suatu hari bertemu dan tak sengaja jatuh cinta. Namun sayangnya cinta itu merupakan cinta terlarang yang tak pernah disetujui dua kubu kurcaci taman yang selama ini saling bermusuhan. Apakah mereka berhasil bersatu sebagai kekasih dengan kekuatan cintanya? Bagaimanakah cara mereka menaklukkan dunia dengan cinta?

TRAILER GNOMEO AND JULIET

REVIEW GNOMEO AND JULIET

“Wow!”, mungkin itu reaksi Anda ketika melihat jajaran pengisi suaranya. “Oh…”, mungkin adalah reaksi Anda ketika melihat trailernya. “???”. Mungkin adalah reaksi ketika Anda selesai menonton filmnya. Akan lebih baik apabila Anda menurunkan ekspektasi sebelum menontonnya.

Sebelumnya, mayoritas dari Anda semua pasti pernah mendegar tentang kisah Romeo and Juliet karangan Shakespeare. Kita sudah paham dan terbuai oleh plotnya yang menyentuh sekaligus menginspirasi dalam banyak hal. Namun ketika kisah ini diangkat kembali dalam bentuk animasi yang diperankan oleh kurcaci, apa harapan sebagian besar dari Anda? Tentunya akan terjadi banyak improvisasi dalam plot yang bersifat  komedi.

Tapi apa yang terjadi?

Benar-benar di luar dugaan. Plotnya berjalan tanpa adanya kejutan sama sekali. Cenderung membosankan, mudah ditebak dan sangat melelahkan. Apalagi untuk mengikuti petualangan Gnomeo dan mengharapkan akan terjadinya plot twisting, yang ternyata tak pernah terjadi sepanjang cerita.

Memang, film ini merupakan adaptasi yang jauh lebih ceria dibanding kisah aslinya, dan anak-anak mungkin akan sangat menyukainya. Namun bagi Anda yang sudah berulang kali menyantap kisah Romeo and Juliet, film ini kurang lihai meramu cerita yang sudah didaur ulang jutaan kali ini, menjadi lebih lucu. Atau minimal lebih menarik. Apalagi mengingat film ini memiliki banyak sekali penulis yang ikut berkecimpung. Animasinya sendiri lumayan cantik, namun bukan poin plus yang bisa mengkatrol kualitas film secara keseluruhan.

Dari James McAvoy hingga Hulk Hogan, dari Emily Blunt hingga Ozzy Osbourne, Jason Statham hingga Michael Caine. Bayangkan apa yang terjadi apabila nama-nama tersebut tidak terkumpul dalam sebuah film animasi, mungkin hasilnya akan lebih menarik daripada Gnomeo and Juliet ini. Namun sayangnya tidak ada hal spesial yang bisa dinikmati dari para pengisi suara ini. Siapapun bisa menyuarakan Gnomeo dan yang lainnya dengan lebih baik. Pemilihan musik pun tak menjadikan film ini lebih segar. Elton John, sang pengisi OST, yang juga merangkap sebagai executive producer, pun sama sekali tak meninggalkan kesan.

Walau begitu, Gnome And Juliet merupakan  film keluarga yang benar-benar bisa dinikmati oleh keponakan Anda yang berumur 5-10 tahun, karena ceritanya yang sangat ringan dan penuh hal-hal positif. Tontonlah apabila Anda ingin menghibur diri dengan film seperti ini. Selain itu, mungkin ini adalah era dimana Hollywood memperkenalkan karya sastra yang dikemas dalam bentuk film-film menarik agar lebih mudah dicerna generasi muda. Sebut saja Gulliver’s travel, Red Riding Hood  dan sebagainya. Namun, pastinya petualangan para kurcaci ini akan lebih baik apabila dibuat tanpa “embel-embel” Romeo dan Juliet.

(@win66ih/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here