Review Buku Dunia Sophie

2
3413

“Buku Dunia Sophie ini wajib dikoleksi oleh penggemar berat ilmu filsafat..”

DATA BUKU

– Judul Buku: Dunia Sophie
– Jenis Buku: Novel
– Genre: Fiksi
– Penulis: Jostein Gaarder
– Penerbit: PT Mizan Pustaka
– Cetakan Pertama: Oktober 1996
– Bahasa: Indonesia
– Tebal Buku: 798 Halaman
– Dimensi Buku (Px L): 13  x 20,5 cm
– Website Resmi Penerbit: http://www.mizan.com
– No ISBN: 978-979-433-574-1
– Harga Buku:
– Gramedia: Rp.95.000 (Harga Update September 2011)

KARAKTER UTAMA

– Sophie Amundsend
– Alberto Knox
– Hilde Moller Knag
– Mayor Albert Knag

SINOPSIS

Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: “Siapa kamu?”

Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: “Dari manakah datangnya dunia?”

Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.

REVIEW BUKU DUNIA SOPHIE

“Dunia Filsafat yang Tertawa”

Dalam review atau resensi buku kali ini, kita akan membahas  buku novel berjudul Dunia Sophie. Novel karya Jostein Gaarder ini adalah sebuah novel berkaitan sejarah filsafat sejak awal perkembangan dari era Socrates di Yunani hingga Freud di abad kedua puluh ini. Buku tersebut pertama kali terbit dengan bahasa Norwegia dengan judul Sofie’s Verden. Buku ini termasuk deretan karya terlaris, mencapai megabestseller international.

Novel dengan latar belakang filsafat ini cukup memberi angin segar kepada pembacanya, karena selama ini, di filsafat yang dipandang sulit dan berat untuk dipelajari ternyata bisa disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna.

Hal ini menjadi penting, karena kegairahan manusia adalah rasa ingin tahunya yang tinggi, oleh sebab itu manusia dikaruniai akal untuk berpikir, seperti filsuf Descartes berkata,”aku berpikir, maka aku ada”. Hal itulah yang mengundang kegairahan setiap pikiran dalam menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dasar tentang makna dan tujuan hidup, bagaimana cara hidup, asal usul alam semesta, bahkan pertanyaan simple, apa itu ada?’.

Pertanyaan yang cukup singkat namun jawabannya menurut para filsuf-filsuf sungguh beragam dan menarik untuk dipahami. Namun kembali pada individu masing-masing yang memfokuskan pada pertanyaan tersebut atau tidak. Selama ini orang awam berpandangan bahwa orang-orang berfilsafat itu hanya memikirkan sesuatu yang katakanlah ” tidak penting” atau membuang-buang waktu.

Bahwa dalam hidup ini ada sesuatu hal yang ingin dimengerti dan dipahami, salah satu caranya adalah dengan berpikir mencari akar permasalahannya. Novel Dunia Sophie  ini, meski menyajikan sejarah filsafat barat namun melalui gaya tuturnya yang ringan, akan mengajak Anda menjadi berani menghadapi pertanyaan-pertanyaan filosofis. Namun diharapkan pikiran dan logika harus tetap terbuka, tidak kaku.

Dikisahkan dalam buku Dunia Sophie ini, Sophie adalah Gadis 14 tahun yang cukup cerdas untuk mengungkap misteri lembaran amplop berisi lembaran yang ditulis oleh seseorang untuk dirinya. Misteri itu berawal pada suatu siang di rumahnya, kotak pos berisi amplop-amplop yang ditujukan pada Sophie, dari situlah ia banyak belajar apa itu filsafat, seorang misterius bernama Albeto Knox menjadi guru filsafatnya melalui surat itu.

Sejarah filsafat pun dimulai, Sophie yang belum kenal siapa sesungguhnya Alberto Knog, merasa bertanya-tanya siapakah dia, orang baik atau jahat, namun semua itu terbantahkan dengan keasyikan rasa ingin tahu Sophie terhadap sejarah filsafat yang tertulis di lembar surat beramplop itu. Menurut dirinya banyak hal yang ditanyakan, dan jawaban yang ditawarkan Alberto Knox dalam sajiannya melalui sejarah perkembangan filsafat ini mulai diminati Sophie.

Hingga rasa penasaran dan kagumnya memuncak, ia ingin bertemu sang filsuf Alberto Knog tersebut. Dalam surat tersebut juga mengambarkan Hilde yang seumuran dia ditinggal ayahnya, seorang Mayor Albert Knag yang bekerja di kedutaan PBB di Norwegia. Sophie merasa penasaran siapa sebenarnya Hilde dan sang Mayor yang ditulis Alberto Knox tersebut. Mulailah penyelidikan diungkap.

Cerita tidak berakhir di situ. Sebuah alur cerita yang sederhana yang tadinya mengisahkan seorang anak yang diberi pelajaran filsafat melalui guru misterius Alberto Knox melalui surat-suratnya, ternyata mencapai klimaksnya dan kontan terjadi surprise setelah menyadari bahwa Sophie dan Alberto Knox adalah tokoh rekaan Sang Mayor Albert Knag yang berusaha memberi kado ulang tahun ke 14 kepada anaknya bernama Hilde. Ternyata permasalahan terjadi di sana, sang tokoh rekaan yang semulanya ingin dihentikan ceritanya oleh Sang Mayor Albert Knag, berusaha hidup sendiri, menjalankan perannya masing-masing tanpa imajinasi sang Mayor yang menulisnya dan berusaha melawan kehendak penulis cerita.

Imajinasi sang Mayor yang menggunakan sejarah filsafat di Barat periode Socrates hingga Freud diungkap dengan penuh petualangan dengan Sophie dan Alberto Knag sebagai pion sang pemain yang mencari jati dirinya yang sebenarnya. Pelajaran yang dijelaskan dengan bahasa mudah dicerna yang bisa dipelajari oleh anak-anak seumuran Hilde ataupun Sophie.

Jostein Gaarder mengungkapkan tokoh-tokoh rekaannya sungguh menarik, hingga kehidupannya seolah hidup seperti manusia. Kejutan dibuat seolah Sophie dan Alberto adalah tokoh pelaku dalam novel ini, namun sungguh tak diduga ternyata keduanya adalah tokoh rekaan dari tokoh yang ditulis Jostein Gaarder, yaitu Hilde dan Ayahnya, Sang Mayor Albert Knag adalah tokoh dalam novel ini.

Novel Dunia Sophie ini mengupas proses pencarian jati diri dari tokoh rekaan yang ditulis oleh tokoh rekaan Jostein Gaarder dalam Novel berbumbu sejarah filsafat ini. Singkat kata bahwa novel ini, ada cerita dalam sebuah cerita. Itulah senjata pamungkas Jostein Garden, dan ini adalah ekplorasi gaya penulis yang spektakuler dan jarang ditemui oleh penulis luar negeri lainnya.

Sejarah filsafatnya diungkap dengan jernih, bersih dengan bahasa mudah dimengerti bagi mereka yang berusaha memahaminya, karena novel Dunia Sophie ini bukan memaparkan teori-teori filsafat saja, namun dimasukkan ke dalam kehidupan para tokoh rekaannya dengan memikirkan kehidupan para tokohnya dihubungakan dengan pengalaman dan pertanyaan filsafat itu sendiri.

Namun dari beberapa keunggulan itu, buku ini juga menyimpan kekurangan, yaitu kurangnya glosarium dalam menerjemahkan kata-kata asing yang murni dari sang filsuf, alangkah baiknya kalau diberikan catatan kaki yang bisa membantu dalam mengetahui apa yang ingin diungkap sang filsuf dalam memberi kata-kata asing dari negerinya, misalnya Yunani, Norwegia.

Terlepas dari itu, buku Dunia Sophie ini menarik untuk dijadikan koleksi, para pembaca yang terhibur oleh adanya ilmu filsafat, yang biasa mereka pelajari di bangku dengan memutar pikiran keras-keras hingga “berkeringetan” untuk memahami filsuf yang satu dan yang lain berpandangan.

Namun, di novel ini akan ditemukan keasyikan dalam mencari sebuah pencerahan, bahwa tidak semua yang dianggap sulit itu adalah sulit, namun tergantung dari bagaimana penyampaian dan sudut pandang dari sang penulis itu sendiri dalam menceritakan. Buku ini wajib dikoleksi oleh penggemar berat ilmu filsafat, dengan begitu pelajaran filsafat bisa diperoleh melalui gaya penceritaan sastrawi yang ditawarkan oleh Jostein Gaarder ini.

Gimana tertarik membaca buku Dunia Sophie ini? Setelah membaca review dari Kitareview.com ini kamu pasti penasaran ingin membacanya. Selamat menikmati 🙂

(ipung_sa/Kitareview.com)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here