Kau Memanggilku Malaikat

0
348

Kau Memanggilku Malaikat
Apa yang terjadi setelah anda mati, mungkinkah anda akan bertemu malaikat?”

DATA BUKU

  • Judul Buku: Kau Memanggilku Malaikat
  • Jenis Buku: Novel
  • Penulis: Arswendo Atmowiloto
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Bahasa: Indonesia
  • Cetakan Pertama: November 2008
  • Tebal Buku: 271 Halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 13 x 20 cm
  • No. ISBN: 978-979-22-4093-1
  • Website Resmi Penerbit: http://www.gramedia.com
  • Harga:

      • Gramedia: Rp.37.000 (Update Oktober 2009)
      • BukuKita.com: Rp.31.450 (Update Oktober 2009)


KARAKTER UTAMA

  • Malaikat
  • Di
  • tesarini


SINOPSIS

“malaikat, apakah kita masih bisa berbicara?”

“dengan senang hati, ibu.”

“soalnya, kalau saya sudah berada di tempatmu, bukankah pertanyaan-pertanyaan saya menjadi tidak penting lagi? Benar begitu?”

Ia tidak memerlukan jawaban. Tidak juga menunggu. Dorongannya lebih pada rasa ingin tahu.

“ya, saya memang ingin tahu saja. pada saat kau disini, menjemput saya, kau juga berada di tempat yang lain juga. Begitu kan yang kau katakan tadi?”

“ya, ibu.”

“sebenarnya kau ini seorang diri..tak bisa dikatakan seorang karena kau bukan orang..kau sendiri atau banyak?”

Senyumnya masih terisyaratkan. Menentramkan.

“bicaralah dengan bahasa yang bisa saya mengerti. Saya pernah menjadi guru, benar, saya pernah mengajar. Katakan dengan sederhana.”

“apakah saya satu atau banyak?”

“jawaban pertanyaan ini sama: apakah angin itu satu atau banyak?”

“angin ada dimana-mana pada saat yang sama. Ibu akan membedakan angin sepoi, angin badai, topan, lesus, putting beliung bahkan memberi nama jenis topan badai. Satu jenis topan diberi nama ini, yang lainnya diberi nama itu. Seakan angin yang bertiup berbeda. Padahal sama-sama angin juga.”

 

 

REVIEW

Apa yang terjadi setelah anda mati, mungkinkah anda akan bertemu malaikat?

Arswendo Atmowiloto dengan novelnya, Kau Memanggilku Malaikat, memberi anda opsi untuk percaya bahwa ketika sudah waktunya anda mati, anda akan dijemput oleh malaikat. Bukan, bukan malaikat berjubah dan bertudung kepala hitam yang menyeramkan. Tapi malaikat yang mengambil wujud apapun yang nyaman bagi orang yang akan dijemputnya agar tidak merasa takut.

Malaikat yang selalu mengatakan bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya adalah pilihan masing-masing. Seorang preman yang mati dibakar menjalani kehiduapan selanjutnya dengan tidur sambil memeluk pedang berkarat. Soerang istri menjalaninya dengan mengevaluasi segala yang terjadi semasa ia hidup. Seorang gadis yang mati diperkosa ‘mengulang’ hidupnya dalam versi yang lebih sempurna.

Sang Malaikat menjalani ‘tugas’nya dengan semestinya, menjawab pertanyaan bukan bertanya. Semua berjalan dengan baik dan memang begitu adanya sejak awal. Sampai ketika ia bertemu gadis kecil bernama Di yang harus ia jemput. Untuk pertama kalinya, Sang Malaikat melihat malaikat lain dan memiliki keinginan untuk bertanya.

(CetakUmpet/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleAir Mata Iblis
Next articlePerang Melawan Bos Tiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here