Handle With Care

0
227

Handle With Care
Ceritanya sangat menyentuh, jadi siapkan tisu di sebelah anda..

DATA BUKU

  • Judul Buku: Handle With Care
  • Jenis Buku: Novel
  • Nama Pengarang: Jodi Picoult
  • Penerbit: Atria International (Amerika)
  • Bahasa: Inggris
  • Cetakan Pertama: 3 Maret 2009
  • Tebal Buku: 477 Halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 16,2 cm x 23,1 cm
  • No. ISBN: 074-32-9641-9
  • Website Resmi Penerbit: –
  • Harga:

      • Amazone.com: US$ 18,45 (Update Juli 2009)


KARAKTER UTAMA

  • Charlotte O’Keefe
  • Sean O’Keefe
  • Willow O’Keefe
  • Amelia O’Keefe
  • Marin Gates
  • Piper Reece


SINOPSIS

Setiap orangtua pastilah akan bilang tidak mengharapkan memiliki bayi yang sempurna, melainkan bayi yang sehat. Seandainya diberikan pilihan, Charlotten dan Sean O’Keefe pun akan memilih memiliki bayi yang sehat. Namun hidup mereka justru dipenuhi dengan malam-malam tanpa tidur, pengeluaran yang menggunung, tatapan kasihan dari orangtua-orangtua yang lebih ‘beruntung’, dan yang paling buruk mungkin adalah semua andai-andai mereka. Andai anak mereka dilahirkan sehat.

Tapi semua pengorbanan tidak dirasakan percuma, sebab Willow memang ‘sempurna’. Dia sangat pintar, cantik seperti ibunya, baik hati, berani, dan bijaksana melebihi umur 5 tahunnya. Willow tetap Willow, sakit ataupun sehat. Tetapi semuanya berubah setelah serangkaian kejadian justru memaksa Charlotte dan suaminya untuk menghadapi andai-andai mereka yang paling serius. Andai Charlotte tahu lebih awal tentang kondisi Willow. Andai keadaan bisa berubah. Andai Willow tidak pernah dilahirkan. Untuk memberikan keadilan bagi Willow, Charlotte harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini dan satu lagi. Hidup seperti apakah yang disebut berharga?



REVIEW

Ibu-ibu rumah tangga yang ingin mengisi hari-harinya di luar tontonan sinetron si A jatuh cinta  dengan si B, yang mengejar si C yang mengejar si D yang suka si A, yang bentar lagi mati, yang mau jadi donor jantung si C, atau sudah jenuh nonton tayangan Limbad  di acara The Master yang diulang-ulang, pasti akan tertarik membaca cerita ini. Sebab dengan alasan yang sama itulah Kita tertarik memulai membacanya 🙂

Ceritanya sangat menyentuh, jadi siapkan tisu di sebelah anda, dan juga membuat diri sendiri frustrasi saking tegangnya. Problema yang dihadapi si pemeran utama memang tidak mudah dipecahkan maupun sekedar dijawab dengan diplomatis. Tiap orang memiliki pendapat yang berbeda dan inilah yang dijadikan bumbu utama oleh si pengarang. Bagaimana orang yang dari luar melakukan hal yang betul-betul tidak bermoral dan keji, ternyata memiliki alasan yang sebenarnya mulia di balik itu.

Charlotte sangat mendalami perannya sebagai ibu bagi Willow, sebagai pelindungnya, dan juga sebagai suaranya. Charlotte mampu melakukan apa saja demi Willow. Demi kesejahteraan Willow, Charlotte bahkan rela kehilangan dunianya. Apa memang seperti inilah seorang ibu yang pantas menjadi panutan? Lain halnya dengan Sean yang memilih untuk menjadi ayah yang baik dengan menjaga hati Willow, walaupun mungkin secara materi, mereka mesti terseok-seok. Kalo seperti orang pacaran yang lagi jatuh cinta, makan tuh cinta! Lain lagi Amelia, kakaknya Willow, dia sulit mengungkapkan rasa sayangnya kepada Willow. Rasa tidak berdaya ini membuat Amelia mengalami banyak hal pahit. Padahal cukup dengan menjadi remaja biasa saja, dunia sudah terasa suram. Maklum, hormon masih belum stabil.

Pokoknya, sangat mengharukan. Setelah membaca buku ini, Kita jadi berpikir kalau dunia itu bukan hanya hitam dan putih, tapi penuh dengan warna-warna yang lain. Kalau diibaratkan seperti pohon kelapa, miring tapi tidak patah.. 🙂

(Dewi/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleThe Gargoyle
Next articleAmulet Samarkand

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here