Gelak Sedih dan Cerita Lainnya

0
321

Gelak Sedih dan Cerita Lainnya
Buku ini merangkum karya-karya Eka yang terserak di sejumlah media massa cetak tanah air.

DATA BUKU

    • Judul Buku: Gelak Sedih dan Cerita Lainnya
    • Jenis Buku: Kumpulan Cerpen
    • Genre: Fiksi
    • Penulis: Eka Kurniawan
    • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    • Cetakan Pertama: April 2005
    • Bahasa: Indonesia
    • Tebal Buku:  186 Halaman
    • Dimensi Buku (Px L): 14 x 21 cm
    • Website Resmi Penerbit: http://www.gramedia.com
    • No. ISBN: 9792213481
    • Harga Buku:
        • Gramedia: Rp.37.500 (Harga Update April 2011)

SINOPSIS

Inilah karya terbaru Eka Kurniawan, Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya. Cerpen-cerpennya ditulis padat gizi dengan penokohan dan setting cerita yang kompleks. Pembaca disodorkan sinisme dan lelucon, melankoli dan fantasi, sejarah dan dongeng, yang nyata dan yang ngibul, dikocok sedemikian rupa menjadi kisah-kisah yang menyegarkan dan kadang penuh kejutan.Setiap cerita di dalam kumpulan ini akan menjadi tidak menarik jika diringkas menjadi sebuah sinopsis untuk kepentingan publikasi di sini. Jadi, disarankan Anda untuk membelinya dan membuktikan sendiri kebenaran paragraf di atas.

REVIEW

Eka Kurniawan. Salah satu sosok multitalenta: wartawan, cerpenis, desainer grafis, dan komikus. Hebat! Namun dia lebih dikenal sebagai cerpenis handal. Satu generasi dengan Agus Noor.

Buku ini merangkum karya-karya Eka yang terserak di sejumlah media massa cetak tanah air. Ada dua bagian dalam buku ini: Gelak Sedih dan Corat Coret di Toilet.

Gelak Sedih berisi sembilan cerpen, yaitu Gelak Sedih, Hujan, Bercinta dengan Barbie, Dongeng Terindah untuk Alamanda, Perempuan yang Bercinta dengan Iblis, Lelaki Sakit, Kasih Tak Sampai, Assurancetourix, Bibi.

Sedangkan, Corat-coret di Toilet berisikan cerpen Peter Pan, Dongeng Sebelum Bercinta, Corat-coret di Toilet, Teman Kencan, Rayuan Dusta untuk Marietje, Hikayat Si Orang Gila, Si Cantik yang Tak Boleh Keluar Malam, Siapa Kirim Aku Bunga, dan Kisah.

Eka melakukan akrobatdalam gaya bercerita. Dia bisa bertutur dengan gaya betawi, melompat ke gaya liris, lalu berkisah dengan gaya dongeng pengantar tidur. Cerita-cerita yang dia hidangkan diangkat dari kisah sehari-hari (Gelak Sedih), mitos yang dimodifikasi (Assurancetourix yang merupakan penyanyi dari Galia). Gaya jurnalisme sastrawi juga larut dalam cerita Kasih Tak Sampai, tentang kisah pelaut Saladin yang dikhianati seorang gadis hingga dia meregang nyawa.

Secara keseluruhan, Eka jago dalam meredam gencetan dari kegetiran hidup tiap hari dan menambalnya dengan kisah-kisah oke nan imajinatif. Luar biasa.

(yasyus/Kitareview.com)

SHARE
Previous article1 Perempuan 14 Laki-Laki
Next articleDavid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here