Curhat Setan

0
341

Curhat Setan
..Kita merekomendasikan buku  ini bagi siapa saja yang  menyukai buku-buku perenungan..

DATA BUKU

    • Judul Buku: Curhat Setan
    • Jenis Buku: Catatan Bebas – Novel
    • Genre: Sastra/Filsafat Populer
    • Penulis: Fahd Djibran
    • Penerbit: Gagas Media
    • Bahasa: Indonesia
    • Cetakan Pertama: November 2009
    • Tebal Buku:172 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 13 x 19 cm
    • No. ISBN: 979-780-373-2
    • Website Resmi Penerbit: http://gagasmedia.net
    • Harga:

        • Gramedia: Rp.28.000

(Harga Update Desember 2009)


KARAKTER UTAMA

  • Zara, Marva (dari buku sebelumnya: A Cat in My Eyes)


SINOPSIS

INIKAH DUNIA ANTARA? Sesuatu  di luar hitam-putih realitas,  sesuatu di antara jangkauan  dua pilihan. Sebuah tempat  yang tak pernah dijanjikan  dalam kitab suci mana pun,  sebuah dunia tanpa pahala dan  dosa, tanpa benar dan salah,  tanpa nilai-nilai, tanpa  nama-nama. Begitu saja kutahu  dan kuyakini: mungkin semacam  alternatif ketiga selain  positif dan negatif, benar dan  salah, baik dan buruk, harus  dan jangan, panas dan dingin,  ya dan tidak, dan semua  pilihan-pilihan lainnya.

“Perkenalkan, namaku Setan!”  katanya sambil tersenyum.  Ramah.

Curhat Setan akan mengajakmu  berselancar memasuki berbagai  sensasi perasaan, badai  pikiran, kejutan takdir,  kebetulan-kebetulan yang rapi,  intervensi pahala dan dosa,  dan apa saja yang selama ini  membuat kita heran dan  bertanya-tanya: ada (si)apa di  balik hidup? Apa yang  diinginkan hidup?

Curhat Setan akan mengajakmu  memasuki Dunia Antara, saat  kamu sendirilah yang menimbang  segalanya, memutuskan  segalanya.

Inilah Curhat Setan, selamat  mendengarkan.



REVIEW

Curhat Setan adalah sebuah  buku–yang seperti disebutkan  oleh penulisnya sendiri–sulit  untuk dikategorikan dalam  jenis buku tertentu. Buku ini  tidak bisa disebut novel  ataupun kumpulan cerpen,  meskipun di dalamnya terdapat  cerita mengenai satu atau dua  tokoh yang sering dipakai oleh  penulisnya.

Buku ini juga Kita  rasa tidak bisa disebut  sebagai kumpulan essay, sebab  sebagian isinya merupakan  prosa dari sudut pandang orang  pertama, bahkan terdapat juga  puisi. Kalaupun mau disebut  sebagai catatan pribadi  penulisnya (seperti jenis buku  yang akhir-akhir ini sedang  ngetren), Kita malah curiga  bahwa cerita dan tokoh-tokoh  dalam buku ini adalah fiktif,  meskipun mengandung  pemikiran-pemikiran si  penulis. Saat anda membaca  bagian belakang buku ini, pada  bagian kotak ISBN, anda akan  mengetahui bahwa Gagas Media  menggolongkan buku ini sebagai  “sastra”. Namun setelah  membaca buku ini, Kita pribadi  lebih suka menggolongkan buku  ini sebagai sejenis buku  filsafat, atau setidaknya  filsafat populer.

Terus terang saja, Kita belum  membaca buku A Cat In My Eyes  yang katanya menjadi prekuel  dari Curhat Setan, dan oleh  karena itu mungkin Kita agak  kehilangan jejak dalam  memahami siapa Zara dan Marva.  Tapi Kita juga tidak terlalu  merasa bersalah,  sebab penulis  sepertinya tidak terlalu  menekankan siapa mereka dan  apakah buku ini merupakan  sekuel dari A Cat In My Eyes  (atau mungkin penulisnya  berasumsi bahwa pembaca buku  ini sudah membaca buku  sebelumnya?).

Kita tertarik  pada judulnya, Curhat Setan.  Sebuah judul yang amat  menggoda. Kita berharap akan  menemukan ide-ide nakal serta  tokoh setan yang akan  mencurahkan isi hatinya dalam  seluruh bagian buku ini. Tentu  saja harapan saya tidak salah,  hanya saja sedikit meleset.  Memang di dalam buku ini  terdapat ide dan  pertanyaan-pertanyaan nakal  serta filosofis, seperti dalam  bab Hierarki Realitas yang  mengingatkan Kita pada konsep  kosmologi agama Realisme dan  Jainisme, juga dalam beberapa  puisi di bab-bab akhir yang akan menggellitik pikiran anda  tentang sifat Tuhan.

Namun di  luar itu (terutama di  bagian-bagian awal buku),  terdapat banyak ide dan  pertanyaan yang lebih  cenderung “manis” daripada  “nakal”. Bagian yang manis  tersebut Kita rasa berada agak  di luar imej “Curhat Setan”,  dan lebih seperti curhat  seorang manusia yang senang  mengenang masa lalu (lebih  tepatnya, masa kecil yang  digambarkan dengan sangat  mengesankan). Bahkan tokoh  “Setan” pun hanya ditampilkan  secara jelas pada satu bab  saja, yaitu “Curhat  Setan”–judul bab yang  dijadikan judul buku ini.

Kemelesetan pengharapan itu  ternyata tidak membuat kesan  buku ini menjadi buruk. Sebab  ketika Kita berhasil  menanamkan dalam pikiran Kita,  bahwa “setan” disini bukanlah  setan yang Kita, dan juga mungkin anda, kenal  sehari-hari. Dan bahwa “curhat  setan” disini tidak seperti  curhat setan yang bisa Kita  terjemahkan secara harfiah.  Kita pun mulai menikmati buku  ini. Penulis menampilkan  berbagai macam perenungan yang  disajikan dalam atmosfir yang  menyenangkan, bersahabat, dan  tanpa berkesan menggurui. Kita  merasakan bagaimana penulis  mencoba mengemukakan  kepercayaannya tentang  kehendak bebas (free will)  dalam diri manusia yang  sepertinya menjadi landasan  dari pertanyaan-pertanyaan  yang ia ajukan dalam buku ini.

Dalam hal pengemasan pun, buku  ini sangat baik. Dengan desain  sampul yang amat simpel dan  memberikan spasi putih kosong  di tengah halaman serta warna  merah di tepi tiap halamannya,  membuat buku ini cukup menarik  perhatian bila diletakkan  bersama dengan buku-buku lain.  Bab “Curhat Setan” yang  menjadi andalan buku ini pun  cukup terwakilkan dari desain  sampul dan layout tersebut.

Meski pemaknaan isi buku ini  bisa menjadi perenungan yang  mendalam, namun tiap bab  ditulis dengan singkat dan  jarang mengandung  istilah-istilah sulit,  sehingga buku ini cocok dibaca  di waktu senggang. Oleh karena  itu, Kita merekomendasikan buku  ini bagi siapa saja yang  menyukai buku-buku perenungan,  namun tidak ingin terjerumus  dalam bahasa buku-buku  filsafat yang  “berputar-putar”.

(Rivai/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleThe Interpretation of Murder
Next articleTea for Two

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here