Cinta yang Dingin Berbalut Maut

0
197

Cinta yang Dingin Berbalut Maut

“..Anda tidak hanya akan diberikan satu atau dua tersangka, tapi tiga!”
 

DATA BUKU

    • Judul Buku: Cinta yang Dingin Berbalut Maut
    • Jenis Buku: Novel
    • Judul Asli: Left to Die
    • Genre: Fiksi – Suspense – Thriller – Romantis
    • Nama Penulis: Lisa Jackson
    • Penerbit: Dastan Books
    • Bahasa: Indonesia
    • Cetakan Pertama: Oktober 2009
    • Tebal Buku: 560 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 12.5 x 19 cm
    • Website Resmi Penerbit: http://www.dastanbooks.com
    • No.ISBN:  978-979-3972-78-7
    • Harga: 
        • Toko Gunung Agung: Rp.57.500 (Harga update Desember 2010)


KARAKTER UTAMA

  • Jillian Rivers
  • Zane MacGregor
  • Selena Alvarez
  • Regan Pescoli 

 

SINOPSIS
 
Di hutan belantara di Pegunungan Montana, ditemukan empat mayat wanita. Mereka terbunuh dengan cara ditinggalkan terikat di pohon dalam keadaan telanjang di tengah badai salju. Si pembunuh juga meninggalkan catatan inisial nama korban dan tanda bintang yang dipahat di pohon di atas kepala mereka.
 
Detektif Selena Alvarez dan Regan Pescoli bekerja sama dengan FBI untuk menemukan siapa dalang pembunuhan yang kejam ini. Dan mereka harus segera menemukannya, atau akan ada lebih banyak korban berjatuhan.
Sementara itu, setelah menerima kiriman paket berisi foto-foto suaminya yang tewas sepuluh tahun lalu, Jillian Rivers melakukan penyelidikan sendiri di pegunungan Montana. Dalam melakukan penyelidikan, Jillian terjatuh dan diselamatkan oleh Zane MacGregor, pria penyendiri yang hanya hidup bertemankan anjingnya. Dalam keadaan terluka dan terisolasi di dalam kabin di tengah badai salju, Jillian yang awalnya mencurigai Zane sebagai pembunuh berantai yang diberitakan media, mulai merasakan ketertarikan terhadap sikap dingin dan kasar Zane yang sepertinya menunjukkan perhatian terselubung. Tapi, di lain pihak, ia juga harus mewaspadai si pembunuh yang sekarang mengincar nyawanya.
 
REVIEW
 
Lisa Jackson kembali hadir untuk menyuguhkan sebuah suspense thriller. Novel ini sarat dengan kejutan yang tidak terduga. Bahkan lebih baik lagi, Anda tidak hanya akan diberikan satu atau dua tersangka, tapi tiga! Dengan demikian Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menerka siapa tersangka sesungguhnya. Di samping itu, Jackson juga memberikan kesan misterius untuk kedua tokoh utamanya. Hal ini semakin mengaburkan penilaian pembaca untuk selalu mencurigai bahwa kedua tokoh utama juga memiliki kemungkinan untuk berperan sebagai penjahat dalam ceritan ini.
 
Novel ini juga menjadi semakin menarik karena Jackson seperti menulis dari ujung paling kiri ke ujung paling kanan pada satu garis lurus. Maksudnya, tokoh-tokoh dalam novel ini sangat bervariasi tingkat kedekatannya dengan cerita utama. Dua tokoh detektif tersebut tentunya merupakan tokoh-tokoh yang sangat dekat, baik dengan cerita utama, mau pun dengan lokasi cerita. Lalu ada juga tokoh-tokoh di sekitar tokoh detektif sebagai pengulur garis cerita yang dimaksud. Dan ada pula beberapa tokoh yang dihubungkan dengan lokasi dan kejadian utama secara “kebetulan”. Meski demikian, tokoh-tokoh tersebut kemudian menjadi tokoh sentral pula dalam cerita novel ini. Sistematikan penokohan yang sangat menarik.
 
Meski demikian, ada hal yang bisa dikatakan sebagai kekurangan pada novel ini. Pada novel ini, Jackson terkesan tidak “segarang” seperti di novelnya Almost Dead. Jackson mengakhiri sebuah teka-teki terlalu cepat. Ia telah mengungkapkan kebenaran salah satu tersangkanya di bagian tengah cerita. Walau pun masih tersisa teka-teki lain dan dua tersangka lagi yang disimpan untuk diungkap di bagian akhir, pada beberapa pembaca – Kita misalnya – , kondisi ini mengakibatkan hilangnya semangat untuk mengikuti cerita. Mungkin ini adalah upaya Jackson untuk tetap menjaga agar cerita yang disajikan tidak terlalu berat dengan bertahan pada 3 teka-teki sekaligus. 
 
Last but not least, Jackson mengakhiri cerita ini dengan cara yang sama sekali berbeda dari novel Almost Dead. Meski demikian, tanggapan pada penutup novel ini bisa bersifat ambigu. Mungkin sebagian pembaca akan menyukainya, sebagian lagi akan merasa “mengambang”. Kita sendiri termasuk pembaca di kategori kedua. Silakan tentukan posisi Anda dengan membaca novel ini 🙂
(WikaCH/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here