A Man to Call My Own

0
367

A Man to Call My Own
Alur cerita novel ini sangat menghanyutkan, dari awal hingga akhir, kedalaman emosinya sungguh terasa.

DATA BUKU

    • Judul Buku: A Man to Call My Own – Menaklukkan Hati Sang Koboi
    • Jenis Buku: Novel
    • Genre: Fiksi – Dewasa
    • Penulis: Johanna Lindsey
    • Penerbit: Gagas Media
    • Bahasa: Indonesia
    • Cetakan Pertama: 2010
    • Tebal Buku: 416 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 14 x 20 cm
    • Website Resmi Penerbit: http://www.gagasmedia.net
    • No. ISBN: 979-780-410-0
    • Harga:
        • Toko Gunung Agung: Rp.49.000 (Harga Update Juni 2010)


KARAKTER UTAMA

  • Amanda Laton
  • Marian Laton
  • Chad Kinkaid


SINOPSIS

Amanda dan Marian Laton baru saja kehilangan ayah mereka secara tiba-tiba. Belum selesai rasa kaget dan berkabung setelah pemakaman, mereka dikejutkan dengan isi wasiat almarhum yang menginginkan kakak-beradik kembar itu pindah ke peternakan bibi mereka di Texas. Tak sepeser pun warisan akan diberikan kepada keduanya sampai mereka menikah – dan itu, tentu saja, harus melalui restu sang bibi. Tak hanya kehidupan di peternakan yang berbeda sekali dengan keseharian mereka di Haverhill, Massachusetts, tetapi juga kebencian antara Amanda dan Marian yang kian meruncing. Tumbuh besar bersama saudara kembar mengajarkan Marian satu hal: tak akan ada laki-laki yang akan mencintainya dalam waktu lama karena, bagaimanapun caranya, Amanda akan berusaha memikat orang itu jatuh ke pelukannya.

Selama ini, Marian memilih bersabar dan memaafkan. Dia bahkan cenderung menghindari laki-laki karena tak ingin patah hati karena situasi yang sama. Tapi ketika Chad Kinkaid, koboi tampan putra keluarga dari peternakan sebelah, berhasil membuatn jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya, dia tahu selalu ada pengecualian. Kalau Amanda benar-benar mencintai Chad, dia juga harus berusaha merebut perhatiannya – karena kali ini, Marian tak akan mengalah…


REVIEW

Cerita dalam novel ini berlatar tahun 1870-an, dimana kemudahan-kemudahan yang ada seperti sekarang jelas belum ada, dan kisahnya sangat menekankan pada hubungan buruk antara saudara kembar. Seharusnya menjadi saudara kembar menyenangnkan, tapi dalam novel ini dikisahkan pahitnya tindakan berat sebelah. Dimana hanya satu dari dua anak kembar yang sangat disayang. Pembaca pasti akan merasa kesal dengan tingkah Amanda yang menjadi sangat manja dan egois akibat kasih sayang papanya.

Dan siap-siap merasa kasihan serta gemas akan sikap Marion yang justru menyembunyikan kecantikannya dari pria-pria yang mungkin jatuh cinta kepadanya. Johanna Lindsey sangat mahir dalam mengarahkan emosi pembacanya. Meskipun cerita dalam novel ini langsung dimulai dengan pemakaman ayah mereka, tak urung pertengkarang-pertengkaran kecil akibat sifat egois Amanda justru membangkitkan emosi pembaca. Karena pasti ada saja orang yang bersifat seperti itu di kehidupan nyata.

Tidak hanya hubungan antara saudara kembar, kisah yang seru akan berlanjut ketika mereka bertemu dengan Chad yang menjemput mereka untuk tinggal di kediaman sang bibi. Pembaca tidak akan lagi merasa heran jika Amanda akan menolak mati-matian tinggal di pedesaan sementara Marion justru menyukainya, bisa dilihat yang mana yang berperangai buruk dan mana yang berperangai baik bukan? Dan pada pertemuan pertama ketiga orang tersebut, sang pengarang seolah menegaskan bahwa fisik adalah hal pertama yang dilihat oleh para lelaki. Setiap konflik yang muncul antara kembaran tersebut pasti membuat pembaca merasa ingin Amanda menghilang saja. Tapi tidak seru kan, kalau hanya ada orang baik saja dalam satu cerita? Belum lagi ketika Amanda menginginkan Chad tetapi tidak ingin Amanda mengetahuinya. Keegoisan saudara kembarnya itu benar-benar mengesalkan.

Alur cerita novel ini sangat menghanyutkan, dari awal hingga akhir, kedalaman emosinya sungguh terasa. Ketika membacanya, Anda akan merasa seperti menonton drama kelas atas, atau bahkan dongeng romantis. Hanya saja pangeran tampan yang biasa muncul, disini diganti dengan koboi yang memesona. Hubungan persaudaraan yang ada memang tidak bisa dikatakan baik, tetapi kisah cinta yang ada dalam novel ini bisa membuat pembaca terhibur. Karena pada akhirnya salah satu dari saudara kembar tersebut akan mengalami pernikahan yang tidak terduga. Belum lagi adegan percintaan yang digambarkan dengan rinci oleh sang pengarang. Imajinasi pembacanya mungkin akan seliar dengan apa yang tertulis di dalamnya. Maka sebaiknya setelah Anda membeli novel ini, pastikan novel ini tersimpan dengan baik agar tidak dibaca anak atau adik Anda, yang masih dibawah umur 🙂

(Jasmine/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleMarriage Most Scandallous
Next articleMorning Glory

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here