Life of Pi: Kisah Pi

0
411

Life of Pi: Kisah Pi
Nyawa dari buku ini adalah imajinasi yang luar biasa dari penulisnya, Yann Martel.

DATA BUKU

    • Judul Buku: Life of Pi: Kisah Pi
    • Jenis Buku: Novel
    • Genre: Fiksi – Petualangan
    • Penulis: Yann Martel
    • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    • Bahasa: Indonesia   
    • Cetakan Pertama: Desember 2004
    • Tebal Buku: 448 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 13,5 x 20 cm
    • No. ISBN: 978-0156-02-7328
    • Website Resmi Penerbit: http://www.gramedia.com
    • Harga:
        • Gramedia: Rp.55.000 (Harga Update Februari 2011)


KARAKTER UTAMA

  • Pi (Piscine Molitor Patel)
  • Richard Parker


SINOPSIS

Pada tanggal 21 Juni 1977, kapal barang Tsimtsum berlayar dari Madras menuju Canada. Pada bulan Juli, kapal itu tenggelam di Samudra Pasifik. Hanya satu sekoci berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, ekor orang-utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg, dan Pi – anak lelaki India berusia 16 tahun.

Selama lebih dari tujuh bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasific yang biru dan ganas. Di Samudra inilah sebagian Kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.

REVIEW

Buku ini sangat menarik, karena kalimat yang dijalin oleh penulis akan membuat Anda penasaran dan sekaligus terharu. Seperti kalimat yang diucapkan Pi, “Pada saat-saat demikian, kucoba menyemangati diri, kusentuh sorban yang kubuat dari sisa sisa pakaianku, dan kuucapkan keras-keras, Ini sorban Tuhan, kutepuk-tepuk celanaku dan kukatakan keras-keras” Ini pakaian Tuhan. Kutunjuk Richard Parker dan kukatakan keras-keras, ini kucing Tuhan, Kutunjuk sekoci dan kukatakan keras-keras, Ini bahtera Tuhan dan kurentangkan kedua tanganku lebar-lebar dan kukatakan keras keras, ini lahan luas Milik Tuhan, kutunjuk jariku di langit dan kukatakan keras-keras, ini telinga Tuhan, dengan cara ini kuingatkan diriku akan ciptaan Tuhan serta tempatku di dalamnya, tapi sorban Tuhan selalu saja lepas terurai. Celana Tuhan akhirnya robek-robek. Kucing Tuhan merupakan bahaya tak henti-hentinya bagiku. Bahtera Tuhan serasa penjara bagiku, lahan luas Tuhan membunuhku perlahan-lahan, dan telinga Tuhan sepertinya tidak mendengar”. Kalimat-kalimat di atas sangat menyentuh dan mengingatkan betapa kecilnya manusia dihadapan Tuhan.

Disini, Yann Martel menunjukkan betapa manusia memiliki derajat lebih tinggi ketimbang hewan dan mampu menggunakan akal pikiran karena Pi berhasil mengendalikan Richard Parker dengan menjadikan dirinya adalah satu-satunya sumber makanan dan air baginya dan menciptakan suasana kebun binatang bagi Richard Parker karena si Harimau selama di kebun binatang sudah terbiasa makan dan minum tanpa berusaha sedikitpun.

Antara Pi dan Richard Parker akhirnya terjalin suatu hubungan yang saling membutuhkan. Richard Parker membutuhkan Pi untuk supply makanan dan air sementara Pi membutuhkan Richard Parker untuk mengingatkan Pi akan keberadaan dirinya sendiri, menunjukkan eksistensi Pi. ”Persahabatan” yang terjalin antara Pi dan Richard Parker makin terasa kental pada saat ada kapal yang tidak melihat keberadaan sekoci mereka, dalam keputusasaan Pi berkata pada Richard Parker “ Aku sayang padamu”, kata kata itu meluncur tulus dari mulutku tanpa dapat ditahan-tahan lagi. Perasaan sayang itu membanjiri dadaku. “Sungguh, aku sayang padamu, Richard Parker. Kalau tidak ada kau, entah apa yang akan kulakukan. Kurasa aku tidak bakal tahan. Tidak, tidak bakal. Aku akan mati kehilangan harapan. Jangan menyerah Richard Parker, jangan menyerah. Aku akan membawamu ke daratan, aku janji, aku janji ”. Bagian ini mampu menguras emosi pembaca

Juga ada bagian yang menegaskan bahwa Pi juga hanyalah manusia biasa penuh kenangan, hal ini terlihat pada saat perpisahan yang tidak tuntas dengan Richard Parker setibanya di daratan Meksiko. Richard Parker meninggalkan Pi begitu saja tanpa memandang sekalipun pada Pi. Pi terhenyak dan tidak paham mengapa Richard Perker meninggalkanya begitu saja. Bahkan pada saat Pi telah dewasa kenangan ini kerap membuat hatinya teramat pedih.

Ketika akhirnya Pi mampu mendarat di Meksiko dan diwawancarai oleh Kementrian Transportasi Jepang, Yann Martel berusaha menantang imajinasi Anda untuk mempercayai isi buku ini seperti yang diutarakan oleh Pi pada wakil dari Kementrian Transportasi Jepang, “Kalau dalam urusan percaya saja anda tidak bisa, buat apa anda hidup”. Kalimat tersebut dapat membuat pembaca tersenyum simpul.

Bahkan kata-kata yang terucap oleh salah satu tokohnya juga merupakan tantangan, yaitu “Kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan” merupakan daya tarik tersendiri yang akan membuat pembaca akan terus membalik halaman demi halaman buku tersebut. Boleh percaya boleh tidak, tapi yang pasti dalam keadaan tanpa harapan dan tanpa seorangpun bersamanya, manusia cenderung akan beralih ke Tuhan.

Secara keseluruhan kalimat-kalimat yang terdapat pada buku ini mengundang simpati, haru, sekaligus mengundang senyum. Nyawa dari buku ini adalah imajinasi yang luar biasa dari penulisnya, Yann Martel. Buku ini merupakan buku wajib baca bila Anda adalah book maniac. Kabar gembira untuk penggemar Life of Pi, buku ini akan difilmkan tahun 2011, dengan sutradara Ang Lee (Brokeback Mountain, Crounching Tiger Hidden Dragon).

(Nana_Sitompul/Kitareview.com)

SHARE
Previous articleAmplop Merah Muda Untuk Pak Pos
Next articleIPUNG 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here