Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos

0
219

Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos
ADVERTORIAL

“Pemilihan judul yang unik dan alur tak terduga merupakan salah satu kelebihan Kanti W. Janis.

DATA BUKU

 

  • Judul Buku: Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos
  • Jenis Buku: Novel
  • Genre: Fiksi – Romantis
  • Nama Penulis: Kanti W. Janis
  • Penerbit: Optimist + (Optimist Plus)
  • Bahasa: Indonesia
  • Cetakan Pertama: Desember 2010
  • Tebal Buku: 156 halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 13 x 21,5 cm
  • Website Resmi Penerbit: –
  • No.ISBN:  978-602-97-8780-1
  • Harga: 
      • Gramedia: Rp.35.000  (Harga update Februari 2011)


KARAKTER UTAMA

  • Indra & Chandra
  • Bob & Gea
  • Titi
  • Boscat
  • Nino


SINOPSIS

Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos adalah karya ketiga dari Kanti W. Janis.
Berisi kumpulan enam cerita unik yang menghibur, terinspirasi dari kehidupan dan cinta.

“Anak muda jaman sekarang mana ada yang surat-suratan. Lewat e-mail sudah bagus, setidaknya ada usaha menulis lebih dari 160 karakter. Kebanyakan orang sekarang pacaran lewat SMS, atau yang lagi nge-trend lewat blackberry messenger.” Cuplikan AMPLOP MERAH MUDA UNTUK PAK POS

“Kematian itu pula yang membuat Chandra tidak pernah merayakan ulang tahunnya karena hal itu seolah merayakan kematian ibunya.” Cuplikan SATU MALAM

“Siapa sih yang buat peraturan kalo suami istri itu harus tidur dalam satu kamar dan di atas satu tempat tidur yang sama?” Cuplikan BOLEHKAH, AKU TIDUR DI RANJANGMU?

“…Kita bersedih kalau ada kesusahan kan. Sementara kematian itu bukanlah suatu kesusahan,” Cuplikan MATI

“…hilang ingatan sama seperti menekan tombol reset kehidupan kita kan? Semua mulai dari nol lagi. Cuplikan ISTRIKU

“Waktu itu tanggal 12 Mei 1998, aku hancur ketika tahu Juno benar. Rekan-rekan mahasiswaku banyak yang jadi korban kebrutalan tentara, yang tewas banyak.” Cuplikan CINTAKU PADA JANUARI

REVIEW

Cinta adalah sebuah inspirasi keindahan yang takkan ada habisnya untuk dikisahkan. Ia mampu melompati waktu dan menyatukan perbedaan apapun yang kadang tak mampu dicerna logika. Melalui kumpulan cerita yang terangkum dalam karya ketiga Kanti W. Janis ini, enam kisah cinta universal mengalir dengan keunikannya masing-masing.

Dibuka dengan kisah seorang Sarjana Hukum yang menerima pekerjaan sementara sebagai Tukang Pos dalam Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos. Menilik judulnya, pembaca mungkin mengira akan terjadi sebuah jalinan cinta antara si ‘aku’ (Tukang Pos) dengan salah satu pengirim surat. Ternyata cerita ini justru malah mengajak Anda bernostalgia ke masa seputar tahun kemerdekaan Indonesia melalui surat-surat berisi gelisah-rindu seorang perempuan blasteran Indo-Belanda untuk kekasihnya yang asli pribumi.

Begitu juga saat sampai di cerpen dengan judul menggelitik: Bolehkah, Aku Tidur di Ranjangmu? Lagi-lagi perkiraan Kita akan isi cerita sedikit meleset. Penuturannya ternyata sama sekali tidak vulgar, malah cenderung kocak dan segar. Berkisah mengenai kecanggungan dua orang sahabat yang memutuskan untuk menikah, namun sepakat untuk tidak pernah berbagi kamar tidur.

Cerita terpanjang dalam buku ini terdapat pada Cintaku Pada Januari, yang memenuhi hampir setengah dari ketebalan buku. Kecintaan penulis pada musik sedikit tertuang di sini. Mengambil setting waktu dari masa awal reformasi hingga kini, tema yang mendominasi adalah pencarian belahan jiwa dibumbui seputar kehidupan Band remaja dengan segala konflik suramnya.

Pemilihan judul yang unik dan alur tak terduga merupakan salah satu kelebihan Kanti W. Janis. Sambil membaca, Anda mungkin akan ikut menebak-nebak arah ceritanya. Di beberapa bagian, bibir akan tersenyum karena terhibur, sementara di bagian lain hati akan tersentuh. Namun, ujungnya selalu disimpul dengan manis dan berusaha terhindar dari jebakan akhir yang basi.

Satu hal yang disayangkan adalah di buku ini tidak tercantum adanya editor. Tak hanya membetulkan kesalahan cetak dan penulisan ejaan (yang cukup mengganggu di beberapa halaman), seorang editor yang mumpuni juga akan mampu memoles kalimat agar lebih ‘hidup’ tanpa kehilangan makna. Banyak kalimat di buku ini yang dituliskan dengan datar sehingga terasa bak membaca curhatan seseorang di blog, nyaris tak bernyawa.

Bagaikan tunas yang mulai muncul malu-malu, karya Kanti W. Janis melalui penerbitan milik sendiri ini memang masih begitu muda dan hijau, namun penuh semangat. Kelak, tunas menjanjikan ini akan tumbuh menjadi pohon kuat dengan hasil yang lebih melimpah dan matang kualitasnya. Ranah fiksi Indonesia tentu akan menantikan kesinambungan karya dari penulis muda potensial seperti Kanti 🙂

(Mida/Kitareview.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here