kozorai

Topeng Kaca

http://www.kitareview.com/review-komik/topeng-kaca

Topeng Kaca
Komik ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin membaca cerita menghibur dan bermutu.

DATA BUKU   

    • Judul Buku: Topeng Kaca (Deluxe Edition)
    • Jenis Buku: Komik
    • Genre: Drama – Romantis
    • Pengarang: Suzue Miuchi
    • Penerbit: Elex Media Komputindo
    • Bahasa: Indonesia
    • Cetakan Pertama: Januari 2008
    • Tebal Buku: ± 320 halaman
    • Dimensi Buku (P x L): 11,4 x 17,2 cm
    • Jumlah Volume: 1 – … (belum tamat)
    • Webiste Resmi Penerbit: http://www.elexmedia.co.id
    • No. ISBN: 978-979-2-7840-22
    • Harga:

        • Gramedia: Rp.24.000 (Harga Update November 2010)

KARAKTER UTAMA

  • Maya Kitajima
  • Ayumi Himekawa
  • Tsukikage Chigusa
  • Masumi Hayami

SINOPSIS

Maya Kitajima adalah seorang gadis biasa yang tidak menarik dan tidak mempunyai keahlian apapun bahkan bisa dibilang bodoh. Namun ada yang istimewa mengenai Maya yang memiliki ketertarikan pada dunia akting. Di lain pihak, Ayumi Himekawa adalah putri dari seorang aktris dan sutradara terkenal dan sudah menjadi bintang sejak kecil. Ia tidak pernah gentar dengan siapapun sampai Ia bertemu Maya.

Tsukikage Chigusa (mayuko Chigusa), seorang aktris terkenal di masanya yang telah pensiun. Ia memegang hak pementasan atas sebuah maha karya drama berjudul “Bidadari Merah”, dan tengah mencari penerusnya untuk memerankan Bidadari serta hak pementasannya ketika ia tanpa sengaja menemukan bakat Maya. Tsukikage kemudian merekrut Maya untuk menjadi seorang aktris handal lantas bersaing dengan Ayumi Himekawa. Dalam perjuangannya untuk menjadi seorang aktris, Maya selalu didukung oleh seorang penggemar setianya yang selalu mengiriminya mawar tanpa ia tidak tahu namanya, padahal orang tersebut adalah Masumi Hayami, seorang wakil direktur perusahaan hiburan yang sangat dibencinya.


REVIEW

Komik Topeng Kaca yang juga dikenal sebagai Glass Mask / Garasu no Kamen merupakan salah satu best seller yang telah terjual lebih dari 50 juta jilid dan pertama kali terbit sekitar 30 tahun yang lalu. Sampai saat ini, cerita Topeng Kaca belum selesai. Selain komik, Topeng Kaca juga sudah diadaptasi ke dalam drama seri, drama panggung, film animasi, dan serial animasi (versi 1984 dan versi 2005). Lantas apa yang istimewa dari cerita komik ini?

Di Indonesia sendiri komik Topeng Kaca terbit dalam versi buku komik reguler mulai dari 1993 sampai sekarang. Lalu mulai Oktober 2010, Elex menerbitkan Topeng Kaca dalam versi  Deluxe yang saat ini sudah terbit sebanyak 2 jilid. Pada dasarnya, hanya tampilan komik saja yang berubah. Versi Deluxe dikemas lebih menarik dengan sampul menggunakan art-paper mengkilap, dibaca dari kiri ke kanan dan lebih tebal dari versi lama. 1 jilid veris Deluxe hampir meliputi 2 jilid versi lama. Selain itu, komik ini juga diterjemahkan ulang.

Mengenai terjemahan Topeng Kaca, ada yang menarik dengan versi terjemahan yang beredar di Indonesia. Mungkin karena kesalahan pembacaan kanji, nama guru Maya, Tsukikage Chigusa, di Indonesia menggunakan nama Mayuko Chigusa, dan Mawar Ungu (Murasaki no Bara/ Purple Rose), di Indonesia diterjemahkan menjadi Mawar Jingga. Namun hal tersebut bukan masalah bagi penggemar Topeng Kaca lama yang sudah merasa wajar dengan nama Mayuko dan Mawar Jingga.

Dari gaya menggambarnya, terlihat jelas bahwa komik ini merupakan karya klasik, dan menurut Kita, itu adalah salah satu keunggulannya. Dalam komik ini Anda juga akan diperkenalkan pada beberapa karya sastra klasik seperti Young Women, Wuthering Height, La Traviata, Midsummer Night Dream dan lain sebagainya. Istilah-istilah dalam teknik panggung dan perfilman juga sedikit banyak diperkenalkan disini. Jadi tidak semata-mata menjual cerita, Suzue Miuchi juga meliterasi pembacanya pada dunia sastra dan drama, hal yang sangat jarang ditemukan dalam komik kontemporer.

Namun yang paling menjadi daya tarik dalam komik ini, selain cerita yang ditawarkannya, adalah terdapat pada karakter-karakter yang dibangun dan bagaimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Tidak seperti kebanyakan karakter komik lain, pemeran utama, Maya Kitajima tidak memiliki karakter yang “solid”, melainkan sebuah karakter yang “cair”. Apabila Anda selalu melihat pemeran utama yang selalu ceria, atau selalu kuat tidak peduli ia berhadapan dengan apa dan siapa, Maya, seorang gadis yang polos dan sangat biasa, bisa menjadi karakter yang meluap-luap, terobesesi dan tidak bisa ditebak. Ada saatnya ia menjadi sangat kuat, namun ada saatnya ia menjadi gadis yang sangat terpuruk.

Maya yang polos, tidak PD, pemalu dan cenderung penakut, dapat berubah 100% saat ia berakting dan berada di atas panggung. Ia menghadapi segala resiko yang menantinya. Ketika berhadapan dengan Ayumi, saingan yang dianggapnya jauh lebih unggul di atasnya, Maya akan menjadi sangat minder, penakut dan pesimis namun saat ia berhadapan dengan Masumi Hayami, ia menjadi sangat berani dan penuh tekad. Kata-kata tantangan bisa keluar begitu saja dari mulutnya.

Ayumi sendiri, bukan seperti kebanyakan tokoh saingan di dalam sebuah cerita yang culas, Ayumi adalah saingan yang jujur dan bermain dengan bersih, bahkan saat ada yang menjatuhkan Maya, dia menjadi orang pertama yang mencari keadilan. Begitu juga Masumi Hayami yang bukan “Another Daddy Long Legged”. Karakter “penolong misterius” tentu bukanlah hal yang baru dalam cerita shoujo. Namun Masumi Hayami bukan semata-mata seorang penolong yang murah hati, namun seorang berhati dingin yang sangat dibenci Maya dari dasar hatinya. Dan  baik sebagai protagonis (Mawar Jingga) ataupun sebagai pemeran antagonis (Masumi Hayami dari Daito), Masumi memainkan perannya dengan sangat sempurna.

Mengikuti alur cerita dan bagaimana perjuangan dan perkembangan Maya Kitajima untuk menjadi seorang aktris, merupakan bacaan yang menarik dan pembaca pasti tidak akan berhenti dibuat penasaran. Satu-satunya kelemahan dari komik ini adalah ada begitu banyak karakter yang muncul hanya sekilas dan menghilang. Misalkan karakter yang tiba-tiba muncul dimana dia merupakan “aktor/aktris yang sedang terkenal”, namun setelah bab selesai, tokoh itu tidak muncul lagi dan rasanya sayang sekali karena ada begitu banyak tokoh yang kita tidak tahu kelanjutan nasibnya. Begitu juga terkadang ada momentum penting yang seperti terlupakan begitu saja dengan berjalannya cerita.

Selain itu, terdapat juga kekurangan yang cukup memanggangu. Walaupun komik ini dirilis dalam versi deluxe, terjemahannya bisa dibilang mengecewakan. Banyak kalimat yang tidak jelas, terpotong dan tidak konsisten,misalkan Maya berkata “selamat siang” pada malam hari, atau kesalahan penyebutan nama, dan juga terkadang terdapat kalimat yang tidak pada tempatnya. Terjemahan dan editing yang tidak teliti terasa sangat mengganggu. Kalau boleh jujur, mungkin belum pernah sebelumnya ada komik yang terjemahannya seperti Topeng Kaca Versi Deluxe, dan hal ini sangat disayangkan untuk penerbit sekelas Elex. Semoga harapkan saja akan terjadi perbaikan dan peningkatan kualitas untuk jilid-jilid selanjutnya.

Terlepas dari kekurangan yang disebutkan di atas, komik ini tetap asik untuk dinikmati. Kekurangan yang ada pun tidak sampai merusak “feel” dari inti ceritanya. Komik ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin membaca cerita menghibur dan bermutu. Selamat membaca! :)

(Nenty/Kitareview.com)

(Visited 48 time, 1 visit today)

Komentar kamu tentang review ini

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recommended Reviewclose