Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpov

0
812

Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpov
Setelah membaca buku ini, anda pasti berharap buku ini tidak tamat sampai di sini..

DATA BUKU

  • Judul Buku: Mimpi-Mimpi Lintang Maryamah Karpov
  • Jenis Buku: Novel
  • Penulis: Andrea Hirata
  • Penerbit: Bentang Pustaka
  • Bahasa: Indonesia
  • Cetakan Pertama: 2008
  • Tebal Buku: 503 halaman
  • Dimensi Buku (P x L): 13 cm x 20 cm
  • No. ISBN: 978-979-12-2745-2
  • Website Resmi Penerbit: –
  • Harga:
      • Gramedia: Rp.79.000 (Update Januari 2010)

DATA LAINNYA


SINOPSIS


“Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini: sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadap gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolaj perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada pemberani.”

Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberadaan A Ling tampak. Dia tetap mencari, meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali? Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang, dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menakjubkan sekaligus mengharukan.


REVIEW

Buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi ini semakin membuktikan keahlian Andrea Hirata sebagai seorang pencerita yang handal! Di buku terakhir ini, Andrea Hirata mengangkat petualangan si Ikal dalam pencarian cinta pertamanya, A Ling. Pencarian dimulai ketika Ikal kembali pulang ke Belitong. Menggambarkan perjalanan pulangnya ini, melalui cerita Shiet Lu dan Rahan, Andrea Hirata mengungkit masalah transportasi negeri ini yang memang minim dan seringkali membuat miris, apalagi masa-masa peak season misalnya ketika hari raya. Komentar-komentar dan penggambaran kondisi transportasi negara ini yang menyedihkan, betul-betul tepat sasaran. Kita merasa semangat nasionalisme Kita terbakar ketika membaca bagian ini..hehehe..

Kembali ke kampung halaman, Ikal membawa pembaca bernostalgia, kembali ke memori buku-buku laskar pelangi sebelumnya. Kitapun dikenalkan dengan karakter-karakter penduduk desa yang unik, konyol, khas melayu dan tentu saja mengundang tawa pembaca. Ini merupakan hal baru yang di buku sebelumnya tidak terlalu dibahas mendetil.

Setiap karakter diberikan julukan sendiri tergantung dari sifat, ciri-ciri fisik ataupun profesi masing-masing karakter tersebut, seringkali sifat,ciri-ciri fisik atau profesi mereka itulah yang menjebloskan mereka sehingga mereka menyandang julukan yang malang. Misalnya saja Munawir yang bekerja sebagai pengurus Masjid Al-Hikmah yang juga bertugas sebagai tukang mengumumkan jika ada umat yang meninggal dunia, diberikan julukan ‘Munawir Berita Buruk’. Ada pula Mahmuddin yang daya ingatnya seperti ikan mas, setelah 2 menit sudah lupa. Ia bisa pergi bonceng istrinya dengan sepeda ke pasar, dan pulang dari pasar tanpa istrinya, karena terlupa dia tinggal di pasar. Iapun dijuluki ‘Mahmuddin Pelupa’. Lain lagi Muas yang berkulit gelap diberi gelar ‘Muas Petang 30’, sebab Petang 30 adalah istilah orang Melayu untuk menyebut malam paling pekat tiap tanggal 30 almanak, sebab tiap tanggal itu bulan sedang berada di belahan bumi yang lain.

Satu per satu penduduk desa dikenalkan dengan gaya khas Andrea Hirata untuk mengundang tawa. Tunggu saja sampai ke bagian diceritakannya tentang ‘Sema’un Barbara’ dan ‘San Thong Pompa’ dan bagaimana mereka bisa mendapat julukan itu, pasti anda tertawa terguling-guling dibuatnya. Dijamin! :D.

Semakin jauh Kita menyelami cerita, misteri yang meliputi keberadaan A Ling pun sedikit demi sedikit terkuak, dan dari sinilah petualangan besar si Ikal dimulai. Kita merasa sedang main RPG saat sedang membaca buku ini. Ibaratnya Kita seperti bersama-sama Ikal ikut memecahkan persoalan dan mengembara mencari A Ling. Kita yakin anda nantinya juga begitu 🙂

Tokoh-tokoh Laskar Pelangi juga hadir dalam buku Maryamah Karpov ini, merekalah yang turun membantu Ikal di saat-saat genting. Sungguh erat digambarkan persahabatan mereka. Kerenlah rasanya! Ditambah gaya bahasa Andrea Hirata yang memikat membuat buku ini semakin lengkap sebagai sumber hiburan. Setelah membaca buku ini, anda pasti berharap buku ini tidak tamat sampai di sini, dan segera ada kelanjutannya lagi. Karena itulah yang Kita rasakan, setelah selesai membacanya. Duh rasanya Kita merasa perlu mengirimi Andrea Hirata surat, agar dia mau menulis lanjutannya.. :p

(Dewi/Kitareview.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here