kozorai

Gantz

http://www.kitareview.com/action/gantz

Gantz

“Sebagai adaptasi sebuah manga, GANTZ bisa dibilang kurang berhasil dalam mengadaptasi “greget” yang ditawarkan pada manga-nya”

DATA FILM

  • Judul Film:Gantz
  • Genre: Action – Sci-Fi
  • Sutradara: Shinsuke Sato
  • Produser: Iain Canning – Emile Sherman – Gareth Unwin – Geoffrey Rush
  • Penulis Skenario: Yûsuke Watanabe (film) – Hiroya Oku (manga)
  • Studio Produksi: Gantz Film Partners – Nikkatsu – Nippon Television Network Corporation (NTV) – Shueisha – Toho Company
  • Distributor: Encore Films – Toho Company
  • Negara: Jepang
  • Bahasa: Jepang
  • Durasi: 120 menit
  • Tanggal Rilis: 29 Januari 2011 (Jepang)

PEMERAN UTAMA

  • Kazunari Ninomiya  sebagai Kei Kurono
  • Kenichi Matsuyama  sebagai Masaru Kato
  • Natsuna Watanabe  sebagai Kei Kishimoto
  • Yuriko Yoshitaka  sebagai Tae Kojima
  • Kanata Hongô  sebagai Joichiro Nishi

SINOPSIS

Adakah kehidupan setelah kematian? Adakah surga ataupun neraka? Bagaimana apabila ternyata setelah kematian ada kehidupan yang jauh lebih hidup? Kei Kurono adalah rermaja pria Jepang pada umumnya. Canggung dan kurang percaya diri. Suatu hari di sebuah stasiun kereta ia bertemu sahabat lamanya Masaru Kato. Sialnya mereka bertemu dalam sebuah insiden yang ternyata melibatkan nyawa mereka sebagai taruhannya.Sayang mereka tak dapat menyelamatkan diri. Tapi itulah yang merubah hidup mereka. Tak disangka mereka berada di dalam sebuah ruangan apartemen dengan bola hitam, dan beberapa orang yang sama bingungnya dengan mereka. Bukan bola hitam biasa, ia bernama GANTZ. Berbekal teknologi canggih, informasi minim dan aturan ketat, GANTZ mulai mengatur sebuah permainan untuk Kurono dan orang-orang lain di apartemen itu. Namun, apakah itu hanya sekedar permainan biasa ataukah sebuah ujian? Siapakah GANTZ?



TRAILER

REVIEW

Satu lagi adaptasi manga yang dijadikan live action. Bagi Anda yang menggemari manga-nya, tentu saja sudah tak sabar bagaimana jadinya adaptasi ini. Terlebih lagi, sampai artikel ini diturunkan, manga-nya sendiri belum tamat, ini tentu akan membuka beberapa perspektif baru yang mungkin menarik atau malah sebaliknya. Dengan estimasi budget yang hanya sebesar US$ 22 juta,  GANTZ akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu GANTZ yang rilis di bulan Januari 2011 dan GANTZ:
Perfect Answer yang akan dirilis beberapa bulan kemudian, April 2011, di negara asalnya. Untuk GANTZ bagian pertama sebenarnya agak sedikit mengecewakan. Yang pasti, Anda tidak akan melihat beberapa karakter yang ada di manga-nya. Sayangnya, beberapa karakter tersebut adalah karakter yang cukup memberi warna. Hal ini dilakukan karena plotnya sendiri ternyata diperketat. Beberapa volume manga-nya dirangkum menjadi film berdurasi sekitar 2 jam ini. Tantangan terberatnya sudah pasti adalah chemistry antara pemain dalam waktu sesempit itu.Namun tampaknya tim yang mengerjakan adaptasi ini belum mampu menjawab tantangan tersebut. Hubungan emosional masih kurang dan terlalu datar. Motivasi dan latar belakang karakter yang minim menjadi kelemahan utama untuk film ini. Tidak ada yang spesial dalam penceritaan maupun sinematografinya. Efek komputer yang ditawarkan pun tidak terlalu isitimewa. Tapi untunglah Anda akan masih bisa menyaksikan pertarungan Kurono melawan patung Budha raksasa di film ini. Adaptasi kostum menjadi nilai plus yang sayangnya tidak bisa membantu banyak.

Tanpa kekerasan, darah, kesadisan dan berbagai unsur dewasa yang sengaja dihilangkan dan dibuat lebih halus, film ini terkesan bermain aman. Untuk Anda yang belum membaca manga-nya, mungkin menyadari bahwasanya premis yang ditawarkan sungguh menarik tapi tak tereksekusi dengan sebagaimana mestinya. Seakan-akan seperti ada bagian yang hilang. Mungkin akan jauh lebih baik apabila GANTZ dibuat serial TV-nya tanpa menghilangkan elemen-elemen krusialnya.

Sebagai adaptasi sebuah manga, GANTZ bisa dibilang kurang berhasil dalam mengadaptasi greget yang ditawarkan pada manga-nya, yang jauh lebih penuh dengan intrik personel dan kegetiran. Dengan tensi, emosi dan efek yang tidak bisa mengikuti plot dan alur cepat, membuat film ini hanya terkesan biasa-biasa saja. Tidak terlalu menghibur namun juga tidak terlalu membuat penasaran. Apakah ini adalah hasil maksimal yang bisa ditawarkan oleh adaptasi manga ini? Satu-satunya harapan mungkin terletak pada GANTZ: Perfect Answer, yang akan memberikan jawaban sempurna untuk pertanyaan tersebut.


(@win66ih/Kitareview.com)

(Visited 282 time, 1 visit today)

Komentar kamu tentang review ini

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recommended Reviewclose