“Dari awal sampai akhir, Shutter Island akan membuat Anda BERTANYA. Bahkan ketika film sudah berakhir.”
DATA FILM
- Judul Film: Shutter Island
- Genre: Misteri - Thriller - Drama
- Sutradara: Martin Scorsese
- Produser: Martin Scorsese - Bradley J. Fischer - Mike Medavoy - Arnold W. Messer
- Penulis Skenario: Laeta Kalogridis
- Studio Produksi: Phoenix Pictures - Appian Way Productions - Sikelia Productions
- Distributor: Paramount Pictures
- Negara: Amerika
- Bahasa: Inggris - Jerman
- Durasi: 138 menit
- Tanggal Rilis: 3 Maret 2010 (Indonesia)
PEMERAN UTAMA
- Leonardo Dicaprio sebagai Teddy Daniels
- Mark Ruffalo sebagai Chuck Aule
- Ben Kingsley sebagai Dr. John Cawley
- Michelle Williams sebagai Dolores Chanal
SINOPSIS
Berlatar tahun 1954, seorang U.S Marshall, Teddy Daniels, ditugaskan ke Shutter Island untuk menyelidiki seorang pasien yang hilang di Rumah Sakit Ashecliffe, sebuah rumah sakit yang diperuntukkan bagi para narapidana dengan gangguan jiwa. Seiring dengan penyelidikan yang dilakukan bersama rekannya, Chuck, Teddy mulai merasakan berbagai kejanggalan dan Ia berspekulasi bahwa ada sesuatu yang berbahaya mengenai Rumah Sakit tersebut. Teddy lantas memulai pencarian jawaban atas berbagai pertanyaan yang akan menyeretnya pada suatu kenyataan yang tidak ingin dihadapinya.
TRAILER
REVIEW
Salah satu karya lainnya yang merupakan kolaborasi Scorsese-DiCaprio setelah Gang of New York, The Departed dan The Aviator. Kembali keduanya memberikan sajian yang sangat Istimewa. Sepertinya DiCaprio tidak pernah mengecewakan harapan Scorsese dan itu adalah salah satu alasan kenapa Scorsese sering menjadikannya bintang di film garapannya. Begitu juga di film Shutter Island. Dalam film yang diangkat dari novel dengan judul sama karya Dennis Lehane ini, akting Leonardo DiCaprio membuktikan bahwa dia memang salah satu aktor papan atas Hollywood, yang entah kenapa sampai saat ini belum pernah memperoleh Oscar. Mengherankan memang.
Dalam Shutter Island, Leonardo memainkan genre yang belum pernah dimainkannya sebelumnya, thriller psikologi, dan dia sangat berhasil. Anda tidak perlu menjadi penggemarnya untuk bisa menikmati aktingnya yang luar biasa di film ini. Kita dapat mengatakan ini adalah akting terbaik Leo sampai saat ini. Selain Leo, kekuatan akting Ben Kingsley juga akan membawa Anda semakin larut ke dalam film.
Shutter Island adalah film yang penuh intrik, teka-teki, ketegangan dan kekalutan. Suasananya segelap filmnya. Semua dipenuhi tanda tanya dari awal sampai akhir. Mungkin bagi sebagian yang menyukai film ber-genre seperti ini sedikit banyak akan bisa menebak kemana arah ceritanya karena beberapa hal sering kita temui di dalam film dengan genre yang sama. Dalam menontonnya kita akan diajak untuk mengamati dan berpikir, berpikir, dan berpikir. Jika Anda terbiasa menonton film yang menyajikan semuanya di depan mata, maka film ini bukan untuk Anda. Dalam Shutter Island, semua berada di dalam kepala. Ada yang tidak terlihat dan hanya bisa dipikirkan oleh otak Anda saja.
Walaupun banyak kritikan yang mengatakan film ini, selain akting luar biasa DiCaprio dan Kingsley, tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dari segi cerita. Namun nyatanya film ini akan terus menarik perhatian Anda dari awal sampai akhir, dan memberikan klimaks yang mengejutkan. Anda akan ditarik ke dalam dunia mereka, dibuat bingung sebingung tokoh di dalamnya, dan itu memang tujuan Shutter Island. Dari awal sampai akhir, Shutter Island akan membuat Anda BERTANYA. Bahkan ketika film sudah berakhir. Dapat membuat penonton harus dan ingin menontonnya lebih dari sekali tentu saja merupakan kelebihan tersendiri dari sebuah film, dan Shutter Island memiliki kualitas tersebut.
(Nenty/Kitareview.com)
|