“Kita kesal melihat Megatron hidup lagi dan lagi. Jadi teringat pada sinetron.”
DATA FILM
Judul Film: Transformers: Dark of The Moon
Genre: Sci-FI - Action
Sutradara: Michael Bay
Produser: Don Murphy - Tom DeSanto - Lorenzo di Bonaventura - Ian Bryce
Penulis Skenario: Ehren Kruger
Musik: Steve Jablonsky
Sinematografi: Amor Mokri
Studio produksi: DreamWorks Pictures
Distributor : Paramount Pictures
Negara: Amerika
Bahasa: Inggris
Durasi: 157 menit
Tahun Rilis: 5 Agustus 2011 (Indonesia)
PEMERAN UTAMA
Shia LaBeouf sebagai Sam Witwicky
Rosie Huntington – Whiteley sebagai Carly Spencer
Frances McDormand sebagai Charlotte Mearing
Patrick Dempsey sebagai Dylan Gould
John Turturro sebagai Seymour Simmons
Alan Tudyk sebagai Dutch
Josh Duhamel sebagai William Lennox
Tyrese Gibson sebagai Robert Epps
SINOPSIS
Cerita dibuka dengan sebuah adegan dari tahun 1961. Waktu itu the Ark, kapal perang para robot, membawa sebuah penemuan yang bisa mengakhiri perang antara Autobot dan Decepticon. Sayang, kapal tersebut kandas di sisi bulan yang jauh. Hal ini berhasil dideteksi oleh NASA dan dengan segera Presiden John F. Kennedy mengirim Apollo 11 untuk menyelidiki bangkai kapal.
Diceritakan kemudian di masa kini, Autobot turut menyelidiki bangkai kapal dan menemukan Sentinel Prime – pemimpin Autobot sebelum Optimus Prime. Setelah berhasil membawa Sentinel ke bumi, Optimus menggunakan energi dari Matrix of Leadership-nya untuk menghidupkan kembali Sentinel.
Dilain tempat, Sam akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai kurir disebuah kantor. Jerry wang, rekan kerjanya yang nyentrik, memberitahukannya sebuah rahasia mengenai Ark. Tak lama kemudian, Jerry mati dibunuh.
Rahasia besar apa yang tersembunyi di sisi bulan yang gelap itu?
TRAILER
REVIEW
Setelah absen film asing yang membuat lesu semua penggemar film barat, kedatangan film yang satu ini memang bagai oase di padang gurun. Tapi sayang…ketika didekati oase indah tadi ternyata hanya fatamorgana :(
Teknologi yang digunakan pada adegan aksi di film ini masih layak untuk diacungi dua jempol. Tapi ada banyak hal yang cukup mengecewakan. Pertama, Michael Bay mungkin harus mengakui bahwa pemecatan Megan Fox membawa kerugian bagi film ini. Ms. Rosie, nona British yang berwajah mirip Cinta Laura itu, gagal menggantikan sosok Megan yang liar dan pemberontak. Karakter wajah Rosie membuatnya lebih sering tampil rapuh di film ini dan ini didukung oleh jalan cerita dimana dia lebih sering disandera daripada melakukan aksi jagoan.
Kedua, jalan ceritanya terkesan ‘mengejar setoran’. Kita kesal melihat Megatron hidup lagi dan lagi. Jadi teringat pada sinetron. Selain itu beberapa dialog di sepanjang film terasa seperti “bubble talk” dalam komik. Tidak menyatu secara keseluruhan, tapi hadir untuk memeriahkan suasana saja. Belum lagi Sam yang lebih banyak berteriak tak jelas daripada berdialog dengan normal.
Untunglah sang sutradara masih berhasil menyelamatkan keadaan tersebut dengan beberapa hal fresh. Seperti datangnya tokoh robot baru, matinya tokoh robot lama, serta kemunculan karakter baru yang bisa memecah tawa.
Meski banyak anak mengidolakan para Autobot, Kita tetap merasa film ini kurang layak tonton untuk mereka. Sederhana saja, karena banyak adegan kekerasan atau mengumbar keseksian tubuh wanita. Kabarnya pembuatan sekuel ketiga ini juga sempat diwarnai tuntutan hukum dari stunt woman yang terluka di lokasi syuting dan mengalami lumpuh pada sisi kiri tubuhnya.
Transformer 3 masih bisa dibilang menghibur, meski mengalami degradasi bila dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Intinya, jika Michael berniat membuat sekuel keempat, dia punya “pekerjaan rumah” yang cukup banyak untuk dikerjakan.
Semua hal yang Kita review di kitareview.com sudah pernah dites oleh reviewer Kita. Ini adalah pendapat pribadi Kita. Bila ada kekurangan, Kita mohon maaf =)