Film - Terbaru
.........................................................................................................................................................................................................................
Green Lantern

Alurnya sendiri bergerak cepat, terlalu cepat malah, seakan-akan melompat lompat dari satu adegan ke adegan lain begitu saja, bersama editing-nya yang buruk.

DATA FILM

  • Judul Film: Green Lantern
  • Genre: Action - Adventure - Fantasi
  • Sutradara: Martin Campbell
  • Produser: Donald De Line - Greg Berlanti
  • Penulis Skenario: Greg Berlanti - Michael Green - Marc Guggenheim - Michael Goldenberg
  • Studio Produksi: Warner Bros. Pictures - De Line Pictures -  DC Entertainment
  • Distributor: Warner Bros.
  • Negara: Amerika
  • Bahasa: Inggris
  • Durasi: 114 menit
  • Tahun Rilis: 26 Agustus 2011 (Indonesia)


PEMERAN UTAMA

  • Ryan Reynolds sebagai Hal Jordan / Green Lantern
  • Blake Lively sebagai Carol Ferris
  • Peter Sarsgaard sebagai Dr. Hector Hammond
  • Mark Strong sebagai Thaal Sinestro
  • Angela Bassett sebagai Dr. Amanda Waller
  • Tim Robbins sebagai Robert Hammond
  • Temuera Morrison sebagai Abin Sur
  • Taika Waititi sebagai Thomas Kalmaku
  • Geoffrey Rush sebagai the voice of Tomar-Re
  • Michael Clarke Duncan sebagai the voice of Kilowog
  • Clancy Brown sebagai the voice of Parallax

 

SINOPSIS

Green Lantern sesungguhnya memiliki potensi besar untuk menjadikannya sajian superhero hebat. Lihat saja adegan pembukanya yang dibawakan oleh narasi yang terlihat kompleks, tentang asal muasal kekuatan cincin Jamrud yang sudah digunakan oleh ribuan para pelindung intergalaksi yang berasal dari 3600 sektor, yang tersebar di seluruh jagat raya sejak jutaan tahun lalu.

Mereka tergabung dalam Green Lantern Corps bermarkas di Planet Oa. Dari sini kisah kemudian maju, membawa kita untuk berkenalan dengan Hal Jordan, pilot penguji yang baru saja menghacurkan salah satu jet tempur super mahal dalam salah satu adegan paling menarik di sini.

Sementara di tempat lain, tidak jauh dari tempat Hal,  ada sebuah pesawat luar angkasa yang baru saja terjatuh, ia membawa pejuang Green Lantern paling hebat, Abin Sur sedang sekarat akibat serangan penjahat galaksi berbahaya, Parallax. Sebelum menghebuskan nafas terkahirnya Abin Sur menugaskan cicinnya untuk memilih penganti dirinya, yang kemudian mempertemukan Hal Jordan dengan mahluk asing berkulit ungu itu dan melantiknya menjadi anggota terbaru, satu-satunya ras manusia yang menjadi bagian dari korps Lentera Hijau.

 

TRAILER

 

 

REVIEW

Dalam hal konsitensi dan produktivitas, DC Comics jelas bukan tandingan Marvel yang tampaknya sudah begitu nyaman duduk dalam urusan superhero layar lebar. Tidak peduli seberapa hebatnya Batman Begins dan The Dark Knight, hingga kini DC terlihat masih keteteran ketimbang kompetitornya itu. Di tahun ini saja Marvel sudah meluncurkan Thor dan Captain America sebagai ajang pemanasan sebelum hadirnya mega proyek mereka, The Avengers tahun depan, belum lagi Kita menyebut kiprah mereka tahun-tahun sebelumnya dimana nyaris semua superhero-nya mampu membawa pulang Dollar dalam jumlah yang tidak sedikit. Termasuk didalamnya puji-pujian dari para penontonnya yang mereasa puas dengan apa yang sudah dilakukan Marvel.

Coba bandingkan saja dengan DC diluar franchise manusia kelelawar ada Superman Returns yang mengecewakan, bahkan akan kembali lagi di-reboot tahun, selain itu praktis DC tidak memiliki lagi jagoan untuk unjuk gigi di jalur live action-nya. Jadi untuk tahun ini mau tidak mau DC bersama Warner Bros., dengan gelontoran budget yang jumlanya konon mencapai 200 juta Dollar, akan berharap banyak pada senjata terbaru mereka yang juga merupakan adaptasi dari komik populer DC, Green Lantern, untuk setidaknya dapat bersaing dengan kekuatan Marvel.

Termasuk mempercayakan penyutradaraan pada Martin Campbell yang sebelumnya sukses membuat James Bond lebih macho  di Casino Royale, dan mendapuk Ryan Reinolds untuk dijadikan sosok polisi hijau intergalaksi, sayangnya apa yang terjadi kemudian ambisi besar DC itu rupanya tidak berjalan sesuai rencana.

Premisnya menarik, bahkan bisa dikatakan Green Lantern memulai segalanya dengan sedikit berbeda dari kebanyakan kisah superhero lainnya, sayang apa yang terjadi selanjutnya adalah tontonan yang kurang greget. Green Lantern sama sekali tidak didukung oleh naskah mumpuni dari tim penulis naskahnya. Mereka juga sudah sedikit banyak memodifikasi kisah aslinya yang rumit untuk dapat disesuikan dengan versi layar lebarnya menjadi lebih sederhana, ironisnya hal tersebut tidak membuat kisah superhero yang sudah berusia 70 tahun ini menjadi lebih menarik, ia malah terlihat sangat dangkal dan datar. Belum lagi banyaknya lubang-lubang menganganga yang sangat menganggu di 114 menit durasinya.

Alurnya sendiri bergerak cepat, terlalu cepat malah, seakan-akan melompat lompat dari satu adegan ke adegan lain begitu saja, bersama editing-nya yang buruk. Campbell sebenarnya bisa saja membuatnya ceritanya lebih menarik andai ia mau lebih memberikan porsinya sedikit lebih banyak kepada karakter-karakter pendukungnya macam Tomar-Re yang disuarakan oleh Geoffrey Rush atau mungkin Sinestro. Bahkan karakter villian yang seharusnya berpotensi menjadi perseteruan hebat macam Hector Hammond dan Parallax yang terlihat sangar tapi malah berakhir begitu saja.

Campbell tampak terlalu asik bermain-main dengan karakater Green Lantern dengan segala dukungan CGI dan green screen berlebihannya yang begitu mendominasi. Ya, ini semua adalah tentang Ryan Reinolds seorang, padahal jujur saja, penampilan aktor yang juga baru saja berpisah dengan Scarlett Johansson ini sebenarnya tidak kalah mengecewakan dengan ceritanya, ia tidak mampu memberikan pesona atau jiwa pada karakter Hal ataupun disaat ia bertransformasi menjadi Green Lentern dengan balutan kostum hijau Jamrud CGI-nya yang menurut Kita menjadi satu-satunya hal paling cantik dilihat disini, selain Blake Lively tentunya. 

Reinolds selalu terlihat bodoh dengan balutan wajahnya tampannya, meskipun pada akhirnya diceritakan ia mampu menyelamatkan dunia,  tetap saja ia masih tampak bodoh. Sulit bagi penontonnya  untuk bersimpati dengan karakternya yang selalu tebar pesona sana sini, belum lagi banyolan-banyolannya yang tidak lucu.

Sebagai sebuah sugguhan superhero Green Lantern sebenarnya memiliki semua potensi untuk melebihi atau setidaknya menyaingi jagoan-jagoan Marvel tahun ini. Sayang ia tidak pernah mencapai titik puncak kepuasan menonton sebuah sajian pahlawan super karena harus menderita oleh kualitas naskah yang buruk, pengarapan yang pas-pasan, CGI yang terlihat cantik namun terlalu berlebihan termask juga kehadiran Ryan Reinolds yang overatted. Sepertinya untuk saat ini DC Comics lebih baik memfokuskan saja kepada reboot Superman atau The Dark Knight Rises yang mudah-mudahan bisa mengambalikan kejayaan mereka lagi.

(Hafilova/Kitarevie.com)

 




........................................................................................................................................................................................................................
  Apakah Review Di Atas Bermanfaat Untuk Anda?        
 

Rating: 5.1/10 (7 votes cast)

........................................................................................................................................................................................................................
    Semua hal yang Kita review di kitareview.com sudah pernah dites oleh reviewer Kita. Ini adalah pendapat pribadi Kita. Bila ada kekurangan, Kita mohon maaf =)