“..Night ang Fog menjadi tontonan
yang menarik untuk dicermati, baik dari segi teknis perfilman, maupun dari segi pesan dan inti materi
ceritanya.”
DATA FILM
- Judul Film: Night and Fog
- Genre: Drama
- Judul Asli: Tin shui wai dik ye yu mo
- Sutradara: Ann Hui
- Penulis Skenario: Cheung King Wai - Alex Law
- Produser: Matthew Vaughn - Brad Pitt - Kris Thykier - Adam Bohling - Tarquin Pack - David Reid
- Studio Produksi:
- Negara: Hongkong
- Bahasa: Mandarin - Cantonese
- Durasi: 122 menit
- Tahun Rilis: 14 Mei 2009 (Hongkong)
PEMERAN UTAMA
- Simon Yam sebagai Lee Sum
- Zhang Jing Chu sebagai Wong Hiu-ling
- Jacqueline Law Wai Kuen sebagai Lily
- Amy Tan En Mei sebagai Mrs. Au
SINOPSIS
Gadis desa Hiu Ling menikahi seorang pria Hongkong, Sum, yang
sebelumnya telah mempunyai anak laki-laki dewasa, akibat ia telah hamil
dari Sum. Kesenjangan umur mereka sangat jauh. Hiu Ling dan keluarga
sebelumnya mempercayai bahwa Sum akan mampu mensejahterakan
keluarganya. Namun ternyata keliru. Hiu Ling yang
hidupnya bergantung pada Sum yang ternyata hanya pengangguran, dan
mengandalkan tunjangan pengangguran dari pemerintah yang tidak
seberapa, harus menerima pil pahit akan ketidakmandirian Sum.
Hiu Ling
akhirnya bekerja part time sebagai pelayan restoran. Kecemburuan Sum
timbul, merasa harga dirinya terinjak akibat istrinya yang mampu hidup
mandiri dan menghasilkan pendapatan dalam pekerjaan. Sum akhirnya melampiaskan kekesalan tidak hanya melalui kekerasan
psikologis berupa sering marah maupun mengintimidasi Hiu Ling, namun
juga pada anak-anak mereka. Kemarahan Sum sendiri juga berkembang
menjadi kekerasan fisik
Pertengkaran mereka pun harus
sering dilihat oleh anak-anak perempuannya. Salah satu anak kembarnya
menjadi seorang yang lambat belajar (slow learner), tidak banyak bicara
dan menjadi seorang anak yang tidak stabil perilakunya. Sedangkan
kakaknya mengambil peranan sebagai kakak yang melindungi, mengambil
peranan menjadi guru, dan harus menjawab semua pertanyaan yang diajukan
untuk adiknya.
TRAILER
REVIEW
Seperti yang Kita duga sebelumnya, Night and Fog menjadi tontonan yang menarik untuk dicermati, baik dari segi teknis perfilman (sinematografi dan seni peran), maupun dari segi pesan dan inti materi ceritanya yang sarat pesan yang humanis, menyentuh dan nyata.
Cerita Night and Fog dialirkan dengan menggunakan kombinasi alur maju dan mundur. Film ini juga cukup cerdas digulirkan dengan melibatkan sosok orang ketiga bercerita, dalam hal ini saksi-saksi yang diinterograsi dalam kasus pembunuhan dan bunuh diri di Tin Shui Wai. Tarikan cerita juga cukup cerdas menangkap sosok Hiu Ling mulai dari masa kecil hingga kematiannya. Gambar yang dihadirkan dalam film ini juga cukup menarik, ketika Kita melihat thriller-nya, Kita melihat gambar senja terbalik. Hal ini cukup unik dan menarik perhatian Kita.
Tidak hanya itu, pemilihan judul “Night and Fog” juga cukup menggelitik Kita, karena ketika Kita melakukan penelusuran, Night and Fog juga merupakan judul sebuah film dokumenter tentang kamp konsentrasi NAZI. Mungkin analisis ini hanya praduga Kita, dimana kehidupan Hiu Ling dan kedua anaknya di dalam rumah petak susun, seperti kehidupan di dalam kamp konsentrasi NAZI, yang penuh dengan tekanan, penderitaan dan penyiksaan.
Dan akhirnya, film ini Kita anggap sangat proporsional menempatkan manusia, tidak hanya berkisar pada kotak hitam yang terlalu hitam dan putih yang terlalu putih. Hiu Ling digambarkan juga mempunyai sisi ketidakpedulian terhadap perkembangan putri-putrinya. Dan Sum dalam cerita ini memang digambarkan lebih mempunyai kedekatan pada kedua putrinya tersebut.
(NisaAmalia/Kitareview.com)
|